Jokowi-Ma'ruf Optimistis Punya Fondasi Kuat Memimpin Indonesia

Penulis: Achmad Zulfikar Fazli, Fachri Audhia Hafiez Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 09:40 WIB Politik dan Hukum
Jokowi-Ma

SETPRES

BAKAL calon presiden Joko Widodo dan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin yakin mampu memimpin Indonesia periode 2019-2024. Jokowi menyebut sudah memiliki fondasi kuat melalui empat tahun pemerintahan bersama Jusuf Kalla.

"Dalam 4 tahun ini, atas rida Allah, kami letakkan fondasi kokoh agar Indonesia isa bergerak maju dengan cepat ke alam masa depan. Saya yakin Ma'ruf Amin tepat mendapingi saya melanjutkan itu," ujar Jokowi di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Perjuangan keduanya juga dalam rangka meneruskan apa yang dilakukan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Pemilihan Gedung Joang 45 juga bukan tanpa alasan. Jokowi-Ma'ruf memandang Gedung Joang 54 merupakan tempat pejuang politik digembleng.

"Presiden Soekarno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng di sini dari sisi politiknya. Gedung Joang 45 ini mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut kemerdekaan," jelas calon petahana itu.

Ma'ruf dan Ekonomi Umat
Pada kesempatan yang sama, Jokowi menegaskan siapa Ma'ruf sebenarnya. Ia yakin perjuangan bisa dilakukan bersama sosok yang utuh.

Ia menyebut Ma'ruf merupakan ulama bijaksana, dihormati umat Islam di seluruh Tanah Air. Ma'ruf juga kawakan di dunia politik.

"Beliau punya pengalaman panjang di legisltaif, di DPRD, DPR MPR, dan eksekutif, dewan pertimbangan presiden, dan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Serta dia adalah Rais Aam PBNU dan Ketua MUI. Artinya beliau memiliki rekam jejak dan pengalaman lengkap," beber Jokowi.

Jokowi mengklaim berpandangan sama dengan Ma'ruf. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, pemerintah harus mengentaskan kemiskinan melalui penguatan ekonomi umat.

Ma'ruf, terang Jokowi, telah dikukuhkan sebagai profesor berkaitan dengan arus ekonomi baru Indonesia. Ma'ruf sangat memahami isu itu.

Keduanya bertekad menunjukkan dan melanjutkan pembangunan berkeadilan. Kedaulatan juga menjadi poin terpenting. Blok Rokan, Blok Mahakam, dan Freeport merupakan bukti Indonesia berdaulat.

"Kita ingin sebesar-besarnya kita gunakan untuk kemakmuran rakyat. 4 tahun kita adalah bukti, ini lah fondasi yang sudah terbangun, yang perlu diteruskan dan dilanjutkan. Semoga Allah melindungi perjalanan bersama untuk Indonesia menuju negara maju," ucap eks Gubernur DKI Jakarta itu. (Medcom/OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More