Jokowi-Ma'ruf Amin Disambut Selawat di Gedong Juang

Penulis: Achmad Zulfikar Fazli Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 09:07 WIB Politik dan Hukum
Jokowi-Ma

Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli

PRESIDENn Joko Widodo menemui relawan dan pimpinan partai koalisi di Gedung Joang 45, Jakarta. Ia datang berbarengan dengan calon wakilnya, KH Ma'ruf Amin.

Jokowi tiba sekitar pukul 08.50 WIB, Jumat (10/8). Jokowi mengenakan kemeja putih dilapisi kaos lengan panjang putih, sedangkan Ma'ruf mengenakan baju koko dilengkapi sarung dan peci hitam.

Salawat dikumandangkan menyambut kedatangan Jokowi-Ma'ruf. Para relawan yang menanti Jokowi-Ma'ruf sejak pagi tadi terus meneriakkan Jokowi dua periode.

"Jokowi dua periode, Jokowi!" teriak para relawan. 

Santri dan pengurus PBNU juga hadir di Gedung Joang. Mereka mengenakan baju muslim putih dilengkapi sarung dan peci hitam.

Setelah berkumpul di Gedung Joang, Jokowi-Ma'ruf akan bergerak ke KPU RI untuk mendaftar sebagai pasangan capres dan cawapres. Ia akan didampingi pimpinan partai koalisi dan relawan.

Sejumlah tokoh nasional dan politik hadir di Gedung Joang. Mereka ialah Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, dan Sekjen PPP Arsul Sani juga hadir. (Medcom/OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More