Jemaah Ikuti Tarwiyah Risiko Tanggung Sendiri

Penulis: Ade Alawi dari Arab Saudi Pada: Kamis, 09 Agu 2018, 21:50 WIB Humaniora
Jemaah Ikuti Tarwiyah Risiko Tanggung Sendiri

MI/Ade Alawi

MENGHADAPI puncak haji di Arafah, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, tidak memfasilitasi Program Tarwiyah.

Demikian dikatakan Direktur Pelayanan Haji Kemenag, Sri Ilhami Lubis, di kantor Media Center Haji kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (9/8).

"Pemerintah tidak mempunyai Program Tarwiyah. Silakan saja bagi jemaah yang ingin Tarwiyah. Hubungi maktab (organisasi di bawah Muasasah Asia Tenggara)," kata Sri Ilhami.

Tarwiyah merupakan kegiatan sebagian jemaah ke Mina terlebih dahulu sebelum masa puncak haji pada 9 Zulhijah 1439H. Mereka meyakini bahwa Tarwiyah memiliki keutamaan karena pernah dilakukan Rasulullah SAW.

Sementara agenda resmi jemaah haji Indonesia yang disiapkan Pemerintah adalah bergerak ke Arafah terlebih dahulu baru Mina untuk mabit dan melempar jumrah.

Terkait Tarwiyah, Kepala Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Makkah, Endang Jumali, mengeluarkan surat edaran tertanggal 7 Agustus yang ditujukan kepada Kepada Sektor 1-11 di wilayah Daker Makkah.

"Surat ini untuk mengantisipasi jemaah yang ingin melakukan Tarwiyah," jelas Endang Jumali di kantornya Jalan King Fahd, Makkah, Kamis (9/8).

Surat itu, kata dia, berisi tiga poin, yaitu pertama pada prinsipnya pemerintah Indonesia tidak melaksanakan program Tarwiyah.

"Bagi jemaah haji yang akan melaksanakannya (Tarwiyah) agar mempertimbangkan faktor kesiapan fisik. Juga risiko keselamatan diri mengingat masih banyaknya rangkaian ibadah haji yang bersifat wajib dan rukun haji yang belum dilaksanakan," tuturnya.

Kedua, pelaksanaan Tarwiyah dikoordinasikan dengan Maktab dan Maktab berkewajiban menyampaikan permohonan kepada Muassasah Asia Tenggara.

Ketiga, kata Endang, jemaah mengajukan permohonan kepada ketua sektor. Ketua sektor akan melaporkan ke Kadaker.

"Jemaah juga diminta membuat surat pernyataan yang isinya segala aktivitas yang berakibat pada keselamatan dan kerugian materi menjadi tanggung jawab sendiri," pungkas Endang.

Di sisi lain, Sri Ilhami mengecek kesiapan di Padang Arafah hari ini Kamis (9/8) untuk menghadapi masa puncak haji. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More