Menpora Beri Suntikan Semangat kepada Atlet

Penulis: Budi Ernanto Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 03:00 WIB Sepak Bola
Menpora Beri Suntikan Semangat kepada Atlet

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

JELANG sembilan hari menuju penyelenggaraan Asian Games 2018, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberi suntikan semangat kepada para atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tengah mempersiapkan diri.

Menpora melakukan peninjauan kemarin ke pelatnas cabang olahraga sepatu roda, sofbol, squash, dan jet ski. Dalam peninjauan, Imam mendengarkan perkembangan latihan yang dijalani para atlet. Dia juga memberikan motivasi kepada para atlet dalam mempersiapkan diri untuk mencapai prestasi terbaik di perhelatan olahraga empat tahunan se-Asia ke-18.

Saat berbicara kepada para wartawan, Imam meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berjuang membawa nama Indonesia demi berkumandangnya lagu Indonesia Raya.

"Yang paling penting ialah dukungan dari masyarakat. Pak RT, Pak RW, setiap warga, semuanya memberikan dukungan. Keterpa-duan seperti inilah yang harus terus dijaga," ucap Imam saat mengunjungi pelatnas sepatu roda di Bekasi, Jawa Barat.

Saat kunjungan ke pelatnas squash, Menpora menyempatkan diri untuk bermain dengan para atlet. Kendati cabang itu tidak ditargetkan meraih medali di Asian Games 2018, para atletnya siap berjuang demi memberi yang terbaik bagi kontingan Indonesia.

Kepala pelatih pelatnas squash Nuryanto menegaskan bahwa tim asuhannya menargetkan masuk urutan 10 besar. "Selama ini Indonesia di peringkat Asia selalu di luar rangking 10 besar, ya rangking 12 atau rangking 14," ujar Nuryanto.

Baru terjual 20%
Tiket pertandingan Asian Games 2018 baru terjual 20% hingga kemarin atau sembilan hari sebelum pembukaan pada 18 Agustus. Namun, tiket pembukaan Asian Games 2018 telah terjual 70%.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir mengaku optimistis tiket akan diburu para pembeli jelang pertandingan. "Asian Games merupakan ajang multievent, bukan acara satu cabang olahraga yang mudah diprediksi penjualan tiketnya. Kami akan mengupayakan penjualan dan layanan yang maksimal," kata Erick di Jakarta, kemarin.

Menurut Erick, tidak bisa dihindari dari multiajang seperti Asian Games ialah adanya olahraga yang kurang populer sehingga animo penonton tidak begitu besar. Namun, dia juga tidak bisa menjamin cabang olahraga populer bakal dibanjiri penonton sehingga permintaan tiket tinggi.

"Di olahraga yang populer pun, tidak mungkin tiketnya terjual lebih tinggi daripada penjualan tiket ketika atlet Indonesia yang tampil. Namun, banyak juga pertandingan yang tidak populer, tapi ada penontonnya karena memang mereka menggemari olahraga yang mereka saksikan itu," kata Erick.

Inasgoc telah memiliki cara agar sebuah pertandingan baik cabang olahraga yang tidak populer maupun yang tidak popular tetap diminati para penonton.

"Caranya kami akan bekerja sama dengan TNI, Polri, kementerian, dan juga pelajar," pungkas Erick.

Sementara itu, para atlet pelatnas panjat tebing menargetkan untuk merebut dua medali emas di multiajang Asian Games 2018.

Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sapto Hardiono mengatakan pihaknya siap mewujudkan target dengan merebut dua emas. "Kami dibebankan dua emas dari nomor speed beregu putra dan nomor speed beregu putra, mudah-mudahan bisa lebih," kata Sapto.

(BY/Pro/Cah/DG/R-3

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More