Keajaiban Air Zamzam

Penulis: Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 01:15 WIB Opini
Keajaiban Air Zamzam

MI/Seno

MISTERI menyelimuti sumur zamzam belum semuanya terpecahkan hingga saat ini. Bukan saja asal-usulnya secara fisik, melainkan keajaiban airnya juga yang diyakini penuh dengan berkah. Hampir setiap jemaah haji mempunyai pengalaman-pengalaman aneh di Tanah Suci, termasuk pengalaman dengan air zamzam. Ada yang sungguh-sungguh kejadian dan ada pula yang didramatisasi sedemikian rupa hingga kedengarannya aneh.     
   
Pengalaman seperti ini ternyata bukan hanya cerita-cerita jemaah haji Indonesia, melainkan juga jemaah-jemaah haji lain, seperti Turki, Iran, Sudan, Mesir, Pakistan, dan jemaah haji dari Amerika dan Eropa. Seperti cerita misteri air zamzam tidak pernah habis. Banyak true story mengenai air zamzam. Salah seorang jemaah penulis ketika masih bertugas di Washington DC sebagai visiting professor, nekat untuk menunaikan ibadah haji. Laki-laki setengah baya ini sudah 10 tahun menderita gangguan darah sehingga selama itu juga harus cuci darah dua kali seminggu.

Ia meminta izin kepada dokter pribadinya untuk menunaikan ibadah haji, tetapi dokternya tidak mengizinkan karena khawatir pelayanan kesehatan di sana tidak bisa maksimum sehingga bisa berakibat fatal. Namun, laki-laki ini tetap mendesak dan akhirnya ‘nekat’ berangkat ke Tanah Suci dengan penuh kepasrahan.     

Meskipun mendapatkan perhatian khusus dari rombongan keluarga yang menyertainya.  Sesampainya di Mekah, ia langsung ke rumah sakit untuk cuci darah. Setelah itu, waktunya lebih banyak di hadapan Kakbah. Di sanalah ia berdoa sesungguh hati sambil sesekali meneguk air zamzam. Tidak tahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba orang ini diberikan kesegaran dan kekuatan sehingga tidak mau lagi cuci darah, meskipun keluarganya tetap mendesaknya. Penulis sempat ditunjukkan luka-luka sekujur tubuhnya bekas tusukan jarum suntik yang selalu menancap di tubuhnya sedemikian lama.

Ia yakin sepenuhnya dirinya sudah kuat dan merasa sudah sembuh, tidak pernah lagi menjalani cuci darah sampai sekarang. Sepulangnya dari Tanah Suci, ia bercerita kepada dokternya di Washington bahwa ia telah menghentikan cuci darah. Dokternya sangat kaget menyaksikan kejadian aneh ini. Ia kemudian sering diajak sebagai saksi dalam seminar-seminar di rumah sakit atau di Fakultas Kedokteran di AS perihal penyakitnya yang betul-betul sembuh.

Pada 2004 saya ketemu dengan orang ini, juga diperlihatkan tangan yang selalu ditusuk jarum pengobatan di masa lalu. Saya tanya apa rahasia kesembuhannya karena selama saya di Washington ia rajin mengikuti pengajian yang diadakan komunitas muslim di sana. Ia menjawab dengan setengah berbisik, saya memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui air zamzam.

Subhanallah, benar kata Rasulullah, air zamzam bisa mengobati sejumlah penyakit. Herannya, kenapa dokternya tidak mau melanjutkan cerita pengalaman spiritual pasiennya di Tanah Suci. Mungkin karena ini dianggap kasuistik dan masuk wilayah agama (Islam) sehingga cerita ini berhenti hanya sampai di situ. Yang jelas orangnya masih segar bugar dan kembali bekerja seperti sepuluh tahun sebelumnya.

Cerita lain dari umat Islam Afrika. Bukan rahasia lagi pasangan yang tidak bisa dikaruniai anak, disarankan guru spiritualnya untuk berdoa di depan Kakbah dan biasanya dengan mengambil air zamzam yang didoakan sang guru spiritual. Konon banyak yang berhasil.

Ironisnya cerita seperti ini juga banyak didengar di Turki, Iran, dan di Tanah Air. Mungkin inilah sebabnya, oleh-oleh paling berharga seseorang yang baru pulang dari Tanah Suci ialah air zamzam, walau hanya seteguk untuk setiap orang karena memang susah membawanya. Allahu a’lam.
    

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More