Wushu Punya Modal Lampaui Target

Penulis: (Sat/R-2 Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 00:30 WIB Olahraga
Wushu Punya Modal Lampaui Target

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

DARI beberapa cabang olahraga seni bela diri bukan asli Indonesia, boleh jadi wushu yang paling berpeluang memberikan prestasi gemilang bagi Indonesia di Asian Games 2018. Pasalnya, mereka punya modal lebih dari cukup untuk mendulang medali.
Tanpa mengecilkan cabang-cabang bela diri lainnya, faktanya, wushu memang  menjadi salah satu cabang tulang punggung Indonesia untuk menyumbangkan medali di Asian Games 2018. Setidaknya, mereka ditargetkan bisa menyumbang satu medali emas untuk Indonesia. Syukur-syukur, mereka dapat melampaui prestasi Asian Games 2014.  

Cabang wushu menyumbang 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, pada pesta olahraga Asia 2014 di Incheon, Korea Selatan. Pencapaian tersebut merupakan prestasi terbaik Indonesia di ajang Asian Games. Untuk kesekian kalinya, Lindswell yang turun di nomor taijiquan/taijijian putri menjadi andalan utama. Namun, pelatih wushu, Susyana Tjhan, mengharapkan kontribusi berupa sumbangan medali-medali lainnya, khususnya di nomor putra.

"Selama ini, nomor putri yang selalu meraih medali emas. Kita berharap dari putra dapat membuat kejutan, tapi kita tidak tahu di lapangan seperti apa," kata Susyana. Atlet Achmad Hulaefi, diharapkan dapat memenuhi ekspektasi tersebut. Achmad yang akan turun di nomor changquan dan gunshu, cukup menjanjikan setelah meraih medali 1 perak di SEA Games dan 2 perak di kejuaraan dunia selama 2017.

Di sisi lain, nomor sanda (tarung) juga menjadi sumber potensi medali lain bagi Indonesia. Berkaca pada turnamen Moscow Wushu Star, pada Februari, mereka sukses menggondol 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Tiga emas disumbangkan Rosalina Simanjuntak, pada kelas 48 kg putri, Selviah Pertiwi, pada kelas 52kg putri, dan Yusuf Widiyanto, pada kelas 56kg putra.   

Tim Wushu Indonesia akan berkekuatan 14 atlet, yang terdiri atas tujuh atlet di nomor taolu (seni) dan sisanya pada nomor sanda (tarung). Saat ini, tim taolu tengah menjalani pemusatan latihan di Tiongkok. Sementara itu, nomor sanda memilih mengunjungi Iran selama masa persiapan.

Pemusatan latihan di Tiongkok dan Iran bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan kedua negara tersebut merupakan kutub kekuatan terkuat wushu saat ini. Susyana menyebut, teknik dan kemampuan atletnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama pemusatan latihan di luar negeri.

"Atlet kami berlatih bersama dengan atlet di Tiongkok yang levelnya di atas kita, hanya bersebelahan. Dari situ kita belajar dan menyesuaikan diri untuk mengasah mental," tambahnya.  Rencananya tim Wushu Indonesia kembali ke Indonesia sepekan sebelum pergelaran Asian Games 2018 berlangsung. (Sat/R-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More