Peluang Silat Menyihir Dunia

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 00:00 WIB Olahraga
Peluang Silat Menyihir Dunia

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

UNTUK pertama kalinya cabang olahraga pencak silat dipertandingkan secara resmi di Asian Games. Meskipun hanya berstatus cabang pilihan tuan rumah, harapan seni bela diri asli Indonesia untuk semakin dikenal ke seluruh dunia pun terbuka lebar.
Asian Games 2018 bisa menjadi batu loncatan agar virus pencak silat terus menyebar. Apalagi, negara-negara pecahan Rusia, seperti Uzbekistan, Kazakhstan, dan Iran mulai mempelajari silat, serta ambil bagian dalam penyelenggaraan tahun ini.

Hal itu menjadi sinyal positif agar pencak silat terus menjaga eksistensinya pada ajang Asian Games di masa mendatang. Selain itu, PB Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa) sedang berusaha agar silat semakin familier di kawasan Asia, khususnya di Tiongkok.

PB Persilat telah mendorong dibentuknya federasi silat di Tiongkok dan resmi terbentuk dua bulan lalu. Federasi itu telah mewadahi 700 pesilat di seluruh penjuru Tiongkok. Usaha PB Persilat tersebut memiliki muara agar pencak silat dapat kembali dipertandingkan di Asian Games 2022, yang akan digelar di Hangzhou, Tiongkok.

"Asian Games 2018 merupakan tolok ukur, mungkin pihak yang berkepentingan akan melihat kita. Kami dan PB Persilat terus bekerja keras mengenalkan pencak silat kepada dunia," kata pesilat nasional, Yolla Primadona Jampil, di Jakarta, pekan lalu.
Dalam beberapa tahun ini, pencak silat semakin populer dengan banyaknya dukungan dari banyak pihak. Prima pun berharap, banyak generasi muda Indonesia semakin menggandrungi pencak silat sekadar untuk gaya hidup.

"Pencak silat saat ini pendukungnya banyak. Semakin populer saja. Bahkan, perhatian masyarakat kepada atlet pencak silat juga semakin besar. Semoga Asian Games ini juga semakin banyak generasi muda yang ikut meramaikan seni bela diri ini," imbuhnya.

Juara umum
Dengan menjadi salah satu cabang pilihan tuan rumah, pencak silat diharapkan dapat menyumbang banyak medali bagi Indonesia. Pelatih kepala pelatnas pencak silat, Roni Syaifullah, berharap anak didiknya mampu meraih status juara umum di cabang pencak silat pada Asian Games 2018. Soal perkiraan medali, ia tidak memerinci secara spesifik.

"Saya selaku pelatih, yang membina 16 nomor yang dipertandingkan, saya pikir peluangnya sama di seluruh nomor itu untuk meraih medali emas. Ini merupakan sejarah bagi pencak silat sehingga kami selalu memberikan motivasi pada atlet. Targetnya ialah juara umum di cabang olahraga ini," kata Roni.

Namun, target itu bukan pekerjaan yang mudah untuk diraih. Pencak silat telah dipelajari banyak negara yang membuat Indonesia tak selalu menancapkan dominasinya. Terakhir kali Indonesia juara umum pencak silat di ajang SEA Games 2013, dengan raihan 4 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Kompetitor utama datang dari negara-negara tetangga. Vietnam dan Malaysia, yang paling mungkin diperhitungkan sebagai lawan. Selain itu, Iran yang sempat menggelar latihan di Indonesia, juga tak dapat dipandang sebelah mata.
"Targetnya tidak akan mudah. Oleh karena itu, di sisa waktu yang ada, para atlet difokuskan untuk meningkatkan mental juara. Jadi, faktor psikenya yang kita garap. Soal teknik dan fisik, sudah kita maintenance pada proses panjang, di fase persiapan dan prakompetisi," tutup Roni. (R-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More