Kunjungan Repcil ke Mayora, Bikin Cinta Produk Indonesia

Penulis: Suryani Wandari Pada: Kamis, 09 Agu 2018, 19:25 WIB Weekend
Kunjungan Repcil ke Mayora, Bikin Cinta Produk Indonesia

Ist

SEBANYAK 30 siswa dari sekolah se-Jabodetabok yang tergabung dalam Reporter Cilik (Repcil) Media Anak - Media Indonesia berkunjung ke PT. Mayora Indah Tbk divisi wafer, Kamis (9/8/2018) di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Setelah sebelumnya melakukan pelatihan jurnalistik dengan redaktur Media Indonesia, Iis Zatnika, Repcil angkatan ke-13 ini berkesempatan mengunjungi pabrik asli Indonesia yang produknya amat beragam, mulai dari biskuit, wafer hingga minuman itu.

Di pabrik seluas 3500 m2 itu Repcil mengeksplor dan belajar mengenai mengolah makanan dari bahan baku hingga siap dinikmati. "Harapannya mereka lebih tahu setiap proses pembuatan makanan dengan baik, bersih dan higeinis sehingga mereka yakin untuk makan," kata Emroni Kurniawan, Head of Factori PT. Mayora Indah Tbk. Emroni. Ia juga berharap kegiatan tersebut bisa kecintaan anak-anak terhadap produk Tanah Air.

Selain diedukasi mengenai perusahaan yang terkenal dengan terkenal dengan slogan "Satu Lagi Dari Mayora" itu, anak-anak juga diajarkan untuk mengetahui kelayakan dan nilai gizi makanan dengan melihat label masa kadaluarsa hingga nilai gizi. "Harus menjadi pembeli yang cerdas dengan melihat label kode seperti kode produksi, nomor Badan POM hingga tanggal kadaluarsa," kata Eni Ratna Ningtias, Direktur Industri Makanan Hasil Laut dan Perikanan dari Kementerian Perindustrian.yang juga ikut dalam kunjungan.

Setelah puas berkeliling, para siswa mempraktekkan kemampuan jurnalistik dengan mewawancara pihak Mayora. Lebih lanjut, rencananya, peserta Repcil juga akan mewawancara Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di kesempatan berikutnya. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More