Rapat Darurat di Rumah SBY Dihentikan Sementara

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 09 Agu 2018, 15:15 WIB Politik dan Hukum
Rapat Darurat di Rumah SBY Dihentikan Sementara

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

RAPAT darurat elite politik yang digelar Partai Demokrat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di bilangan Mega Kuningan VII, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/8), dihentikan sementara.

Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Amir Syamsudin mengaku rapat akan dilanjutkan kembali.

"Rapat di dalam diskors dulu. Tadi kita sepakat untuk rapat diskors," kata Amir kepada sejumlah jurnalis saat dicegat di depan pintu gerbang SBY.

Sambil mengarah ke parkiran mobil, mantan Menteri Hukum dan HAM pada Kabinet Indonesia Bersatu II itu tidak berkomentar banyak. Namun dia memastikan, rapat dengan judul darurat itu akan dilanjutkan pada hari ini.

"Akan dilanjutkan sebentar yah," tegasnya tanpa menguraikan kata sebentar itu sore atau malam.

Amir yang terus berjalan tidak memberikan penjelasan tentang apa yang dibahas dalam rapat tersebut.

"Sekali lagi jangan paksa-paksa saya untuk memberikan keterangan. Kami sudah bersepakat untuk tidak memberikan komentar karena bukan kewenangan kami," tandas Amir kemudian meninggalkan rumah SBY.

Diketahui, pasca kunjungan Prabowo Subianto pagi tadi di kediaman SBY, elite Demokrat kemudian berkumpul untuk melangsungkan rapat darurat.

Waketum DPP Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengaku rapat untuk konsolidasi di internal Demokrat dengan dihadiri sejumlah petinggi Demokrat.

Sampai saat ini pun beberapa petinggi Demokrat itu masih berada di dalam rumah.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More