Suporter Membludak di Antrean Tiket Semifinal Indonesia Vs Malaysia 

Penulis: Heri Susetyo Pada: Kamis, 09 Agu 2018, 11:15 WIB Sepak Bola
Suporter Membludak di Antrean Tiket Semifinal Indonesia Vs Malaysia 

MI/Heri Susetyo

PENONTON laga semifinal Piala AFF U16 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia membludak di pintu loket Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8).

Ribuan suporter harus rela antre berjam-jam bahkan ada yang sejak subuh untuk bisa mendapatkan tiket. Para penonton yang ingin menyaksikan laga ini sudah membludak pada Kamis pagi sebelum pintu loket dibuka pada pukul 09.00 WIB.

Antrean terpanjang terjadi di pintu loket kelas ekonomi hingga mencapai ratusan meter. Padahal ada dua baris untuk antrean tiket ekonomi ini. Bahkan ada sejumlah suporter yang rela antre sejak subuh karena takut tidak kebagian tiket.

Pada laga semifinal ini panitia menaikkan harga tiket masuk. Tiket ekonomi yang semula Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu, tiket utama dari Rp60 ribu menjadi Rp100 ribu, sementara tiket VIP dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu.

Namun meskipun harga tiket dinaikkan rata-rata 50%, antusias suporter untuk mendukung Timnas U16 tidak surut. Mereka rela antre dan berharap timnas bisa memenangkan laga semifinal ini.

"Saya sebelumnya antre di ekonomi, namun karena antreannya sangat panjang, saya pindah ke VIP dan dapat satu tiket ini," kata Bambang, 35, salah satu superter.

Di pertandingan semifinal, panitia mencetak sekitar 25 ribu lembar tiket. Sebanyak 4 ribu lembar tiket di antaranya dijual melalui daring (online) namun sudah ludes beberapa hari sebelumnya.

Seperti diketahui Timnas Indonesia yang menjadi juara di grup A harus bertemu runner up grup B Piala AFF U16 yaitu Malaysia. Pertandingan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Kamis malam. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More