Qodari Rinci Indikator Kemungkinan PAN Jadi Pembelot

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Rabu, 08 Agu 2018, 16:20 WIB Politik dan Hukum
Qodari Rinci Indikator Kemungkinan PAN Jadi Pembelot

MI/Susanto

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai ada kemungkinan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi pembelot, sehingga bergabung dengan koalisi Joko Widodo.

Indikator penilaian, kata Qodari, ada pada beberapa hal seperti selama ini yang bersuara mendukung Prabowo hanya Amien Rais. Sementara Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan dan petinggi partai lainnya jarang bicara.

"Saya kira kalau Zulhas dengan Eddy Suparno sudah sepakat dengan Amien Rais pasti dari dulu mereka juga berbicara dan menyebut nama yang sama. Tapi kan faktanya enggak," terang Qodari kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (8/8).

Indikator lainnya, partai di kubu Jokowi sudah memberikan sinyal di sejumlah media ihwal indikasi partai lain yang ingin bergabung. Sehingga dari sembilan partai menjadi 10 partai dalam koalisi Jokowi.

"Berarti sudah ada komunikasi lah, minimal antar sekjen lah. Atau komunikasi yang bersifat tingkat tinggi. Karena kalau tidak berkomunikasi tidak mungkin ada sinyal-sinyal itu," tegas Qodari.

Selain itu, indikasi lain yang menyebabkan kabar PAN semakin kuat berpaling, karena adanya pernyataan dari partai koalisi Jokowi seperti PPP, NasDem, dan beberapa partai lainnya yang menyebutkan, masih ada tempat jika PAN ingin bergabung.

"Nah, jadi memang pintu itu masih terbuka lebar kan. PAN pun bisa masuk," ungkapnya.

Terakhir, lanjut Qodari, pertemuan antara Zulkifli Hasan bersama Jokowi suatu tanda. Meskipun dikatakan kedatangan Zulkifli sebagai ketua MPR RI, namun mustahil jika tidak bicara perihal partai dan politik. Hanya saja, tukas Qodari, bagaimana kesepakatan yang dibangun.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More