Startup Baru, Yuks Atur Dana

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Rabu, 08 Agu 2018, 12:05 WIB Weekend
Startup Baru, Yuks Atur Dana

Thinkstock

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat ditambah lagi permintaan masyarakat yang meningkat mempengaruhi menjamurnya perusahaan rintisan alias startup. Generasi mileniel pun melihat itu sebagai peluang untuk meraih keuntungan. 

Berbagai kisah sukses dari para pendiri start-up pun sudah sangat banyak dan menginspirasi, mulai dari Mark Zuckerberg sampai Nadiem Makarim yang valuasi perusahannya sudah mencapai di atas US$ 1 miliar atau dikenal dengan istilah unicorn. Melihat kesuksesan mereka membuat banyak orang berbondong-bondong untuk membangun start-up sendiri.

Namun sebelum membuat startup ada tiga hal yang harus diperhatikan. Menurut Independent Wealth Management Advisors, FX Iwan yang juga berperan sebagai Co-Founder and Managing Partner Jagartha Avisors menjelaskan saat ini para pelaku start-up dituntut mampu mengelola dana perusahaan sesuai dengan skala prioritas, demi memastikan startup memiliki kemampuan finansial yang berkelanjutan sejak dini. Tak terkecuali bagi baby start-up yang masih memiliki akses permodalan terbatas. 

Iwan pun menekankan beberapa hal yang patut diperhatikan startup dalam proses fase pendanaan:
1. Jangan terpaku pada persentase kepemilikan.
Memiliki persentase terbesar kepemilikan perusahaan tentu menjadi cita – cita sebagian besar para founder startup. Namun, sebagai perusahaan rintisan pasti memerlukan dukungan pihak luar untuk mengembangkan bisnisnya. Kehadiran investor yang tepat dapat menjadi peluang besar bagi startup untuk memaksimalkan keberlanjutan bisnisnya, termasuk ekspansi pasar, memperkuat sumber daya manusia, memperluas jaringan, dan lainnya. Cobalah untuk tidak selalu menjadikan persentase kepemilikan perusahaan sebagai prioritas dalam mengembangkan bisnis, karena pada akhirnya, memiliki 20% dari perusahaan senilai $100 juta, akan lebih baik dari 60% dari perusahaan senilai $10.

2. Matangkan tolok ukur
Layaknya perusahaan umumnya, startup juga membutuhkan waktu untuk mengembangkan bisnis dan memiliki target pertumbuhan. Tolok ukur yang realistis akan membantu startup menjadi bernilai di mata investor. Tolok ukur yang dimiliki startup akan menjadi panduan bagi investor dalam menilai pencapaian dan kemajuan startup. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang dalam menentukan tolok ukur, sebab jika terlalu tinggi, startup akan kesulitan untuk mencapainya dan jika terlalu rendah, pencapaiannya tidak akan bernilai lebih di mata investor

3. Pahami keterlibatan investor
Ketika ingin menentukan komitmen dengan investor tertentu menjadi sebuah tantangan bagi startup. Startup dituntut untuk dapat memahami terlebih dahulu sejauh apa keterlibatan investor dalam bisnisnya kelak. Dalam investasi, terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan para investor. 

Ada investor yang mengadopsi filosofi investasi tranche (kata Prancis yang berarti bagian atau potongan). Investor tersebut menginvestasikan jumlah tertentu dan merilis dana tersebut secara bertahap karena perusahaan telah mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya. Pendekatan ini membuat investor tersebut secara aktif terlibat dalam setiap investasi dan berdedikasi untuk membantu para founder startup mencapai tujuan mereka. 

Beberapa investor juga ada yang mengadopsi metode one – and - done, dimana mereka menginvestasikan semua uang di muka. Meskipun metode pertama tampak lebih menarik, namun jenis struktur dana biasanya datang dengan nilai valuasi yang lebih ramping dan parameter yang lebih ketat dalam hal pengembalian modal dan pembagian keuntungan.

Peran lembaga pengelola dana perusahaan atau biasa disebut wealth management juga dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam mengelola, serta memaksimalkan keuangan, dan permodalan bagi startup secara efisien. Terutama bagi mereka para founder startup yang berasal dari latar belakang IT atau engineer yang masih asing dalam hal pengelolaan keuangan. 

Bagaimana siap membangun start-up mu sendiri? (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More