Jaket Asian Games Jokowi Baru Ada 10 Potong

Penulis: Bintang Krisanti Pada: Rabu, 08 Agu 2018, 07:30 WIB Weekend
Jaket Asian Games Jokowi Baru Ada 10 Potong

MI/RAMDANI

ANDA tertarik dengan jaket Asian Games yang dikenakan Presiden Joko Widodo pada Mei lalu? Jaket berwarna dasar hitam dengan gambar sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) di bagian punggung itu memang tampak gaya. 

Namun selain yang dikenakan Presiden, jaket produksi brand Never too Lavish itu baru ada 10 potong. Itupun dibuat karena pesanan khusus.

"Jaket itu tidak dijual massal, saat ini baru dibuat sekitar 10 potong yang dipesan khusus oleh mentri, seperti Mentri BUMN dan staf-staf pemerintahan non mentri," kata Muhammad Haudy, salah satu pendiri Never too Lavish kepada Media Indonesia saat ditemui di tempat produksinya di Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Never too Lavish juga membuat jaket denim bergambar peta Indonesia yang dikenakan Presiden saat turing menggunakan motor chopper pada April 2018. Pesanan jaket itu diterima setelah Presiden melihat produk mereka di acara Jakarta Sneaker Day pada Maret 2018.

Haudy menjelaskan jika jaket denim itupun awalnya tidak dibuat massal, namun karena banyaknya permintaan akhirnya dibuat hingga mencapai 100 potong. Jaket tersebut habis dalam waktu setengah hari.

Soal desain jaket Asian Games, menurutnya, tema diberikan oleh Presiden dan setelah itu dikreasikan oleh Never too Lavish. Jaket yang digunakan brand ini merupakan buatan produsen lokal, sementara motif mereka buat manual di atas jaket tersebut.

Soal harga, Haudy enggan menyebut jelas. Namun jaket tersebut dikatakan tetap dalam kisaran harga standar jaket mereka. "Kita punya range harga sih, kalau jaket itu sekitar 4 sampai 5,5 jutaan." ungkapnya. Semenjak dikenakan orang nomor satu, omset usaha seni yang juga berkreasi di atas sepatu dan tas ini diakui naik 50 - 70%. (*/M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More