Bawaslu Pastikan Pernyataan Jokowi Tidak Bisa Diusut

Penulis: Nurjiyanto Pada: Selasa, 07 Agu 2018, 21:14 WIB Politik dan Hukum
Bawaslu Pastikan Pernyataan Jokowi Tidak Bisa Diusut

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

KOMISIONER Bawaslu Fritz Edward Siregar mengungkapkan pidato Presiden Joko Widodo di hadapan para relawannya belum bisa diusut. Hal tersebut dikarenakan saat pidato tersebut dilakukan, Joko Widodo belum secara definitif terdaftar sebagai kontestan calon presiden.

Dirinya pun menuturkan bahwa sesuai dengan aturan PKPU No 5 Tahun 2018 bahwa masa kampanye baru dimulai pada 23 September sehingga pihaknya belum bisa mengusut hal tersebut.

"Capres kan belum ada, kampanye juga belum dimulai," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesja, Selasa (7/8).

Dirinya menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran kampanye hanya bisa diusut ketika sudah masuk masa kampanye. Selain itu hingga saat ini Jokowi pun belum ditetapkan sebagai calon presiden.

Sebagai informasi, dikabarkan Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta, Indonesia Court Monitoring (ICM) mengadukan Jokowi ke KPU, Bawaslu, Komnas HAM, dan Polri. Pelaporan tersebut terkait pidato Presiden Jokowi yang dianggap mendorong terjadinya kekerasan saat Pemilu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan pidato kepada belasan ribu relawan yang berkumpul di Sentul International Convention Center, Bogor, pada Sabtu (4/8). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo meminta mereka tidak mengobarkan permusuhan di masyarakat.

"Pemilu itu pesta demokrasi harus membawa kegembiraan bagi rakyat. Tunjukan kalian relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, ujaran kebencian, fitnah, suka mencela, dan menjelekkan orang. Namun, kalau diajak berantem, juga berani," kata Jokowi yang disambut tempik sorak para relawan.

"Tetapi jangan ngajak (berantem). Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," lanjut Jokowi.

Namun hal tersebut dianggap oleh anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade sebagai pernyataan yang mendorong kekerasan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More