Survei LIPI: Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi 79,31%

Penulis: Nurjiyanto Pada: Selasa, 07 Agu 2018, 21:11 WIB Politik dan Hukum
Survei LIPI: Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi 79,31%

MI/ROMMY PUJIANTO

TIM Survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil kajian survei mereka terhadap kondisi politik, ekonomi, sosial budaya, serta kemanan jelang pemilu serentak 2019. Dalam salah satu poinnya menunjukan kinerja lembaga demokrasi yakni Presiden mendapat tingkat penilaian kepuasan sebesar 79.31%.

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menuturkan salah satu yang menjadi faktor kepuasan responden ialah baiknya pembangunan infrastruktur jalan, telekomunikasi, kesehatan, serta pendidikan.

Namun, tingginya tingkat kepuasan tersebut masih memiliki catatan khususnya dibidang akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yakni perumahan.

"Infrastruktur baik tapi akses terhadap kebutuhan perumahan masih sulit, dan belum ada solusi dari pemerintah. Padahal memiliki rumah ini kebutuhan dasar," ujarnya dalam penejelasan hasil survei di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (7/8).

Dalam survei tersebut pun tercatat tingkat kesetaraan dalam bidang ekonomi masih dinilai buruk yakni hanya diangka 34.48%. Untuk itu Firman menuturkan kesetaraan dibidang ekonomi harus lebih diperhatikan.

Pasalnya, hal itu bisa mempengaruhi tingkat kesenjagan sosial sehingga digunakan para elit politik dalam menyebar politik SARA khususnya jelang Pemilu mendatang.

"Akses ekonomi dan politik jadi penyebab konflik sosial. Sedangkan faktor spiritual tidak terlalu besar. Jadi faktor material ini masih lebih signifikan," ungkapnya.

Dalam survei tersebut, lembaga yang dinilai kinerjanya baik selain Presiden dan melebihi tingkat kepuasan 70% adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (92.41%), Tentara Nasional Indonesia (80.69%), Mahkamah Konstitusi (73.79%), dan pers (71.03%).

Sedangkan Kepala Daerah (46.21%), DPR (23.45%), DPD (28.28%), peradilan umum (35.86%), serta Polri (13.10%) nilainya dibawah 50%. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More