KPU: Jika PKS Abstain Dalam Pilpres Tidak Kena Sanksi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 06 Agu 2018, 19:38 WIB Politik dan Hukum
KPU: Jika PKS Abstain Dalam Pilpres Tidak Kena Sanksi

KOMISI Pemilihan Umum menegaskan bahwa sanksi bagi partai yang abstain dalam pemilihan umum presiden hanya ke partai politik yang memenuhi syarat pencalonan capres/cawapres.

Namun bagi partai yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengusung kandidat capres-cawapres, baik suara ataupun kursi seperti Partai Keadilan Sejahtera jika maju sendirian, maka tidak akan dapat sanksi. Saat ini PKS hanya memiliki 40 kursi DPR RI (7,1%) dan suara nasional 6,79%.

"Ada satu partai, dia mundur, ternyata tidak memenuhi syarat,kursi atau suara, berarti tidak dapat sanksi," ujar Ilham Saputra Komisioner KPU, di Jakarta, Senen (6/8).

Sebelumnya, Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyuddin menyatakan bahwa partainya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh untuk abstain atau tidak bersikap dalam Pilpres 2019. Keputusan itu merupakan jawaban apabila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak memilih kader PKS sebagai calon wakil presiden. (Media Indonesia, 2/8)

Menurut Ilham, sanksi itu ada kalau partai politik memenuhi syarat ambang batas pencalonan capres/cawapres sebesar 20 persen.

"Partai atau gabungan partai yang memenuhi syarat, dia tidak boleh mundur, artinya (kalau mundur) dia mendapat sanksi tidak ikut pemilu selanjutnya. Sanksi itu, kalau kemudian dia memenuhi syarat." ungkap Ilham

Hal tersebut tertuang dalam Pasal 235 PKPU, dituliskan partai atau gabungan partai, ketika kmudian salah satu partai keluar dari koalisi tidak ada masalah karena partai yg disebutkan harus memenuhi syarat mencalonkan.

"Tidak jadi masalah, saya yakin filosofinya ketika itu dibuat adalah agar kemudian ketika sudah didaftarkan, tidak ada partai yang mengundurkan dari koalisi itu. Dalam panja kemarin, begitu perdebatannya," ucap Ilham. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More