Fahri Tuntut Shohibul Iman, Hidayat Nur Wahid, dkk Bayar Rp30 Miliar

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Senin, 06 Agu 2018, 14:55 WIB Politik dan Hukum
Fahri Tuntut Shohibul Iman, Hidayat Nur Wahid, dkk Bayar Rp30 Miliar

MI/Susanto

WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah memastikan mengajukan permohonan eksekusi pembayaran ganti rugi sebesar Rp30 miliar terhadap lima petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Yang digugat itu adalah lima orang, pribadi. Mereka yang digugat adalah Lima orang yang banyak salahnya dan terbukti menyelenggarakan persidangan ilegal atau fiktif untuk memecat saya. Yang menanggung beban semua ini ya orang yang membuat kerusakan. Maka saya menuntut orang yang membuat kerusakan ini untuk bayar, bagaimanapun caranya," kata Fahri di kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (6/8).

Para petinggi itu yakni, Presiden PKS Shohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Wakil Ketua Dewan Syuro Hidayat Nur Wahid, Abdul Muis, dan Abi Sumaid.

Ia menegaskan, kelima orang itu harus menanggung beban ganti rugi yang dituntut Fahri. Ia meminta agar kelima orang itu jangan menyeret partai untuk menanggung eksekusi tersebut.

"Kalau ada akibat hukum, yang kena lima orang itu. Aset mereka yang harus disita dan rekening mereka dibekukan demi membayar akibar dari perbuatannya mereka pribadi. Tetapi kan mereka sering kali menyeret-nyeret partai, makanya saya beri sinyal kekayaan partai bisa habis," jelasnya.

Dia mengaku mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan terkait putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada 30 Juli yang mengharuskan PKS mengganti rugi sebesar Rp30 miliar kepada Fahri Hamzah.

"Nanti akan dipanggil pengadilan. Aset dan rekeningnya disita kalau mereka enggak mau bayar total Rp30 miliar itu. Hari ini kami ajukan (permohonan) eksekusi," kata Fahri. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More