Dukungan untuk Jokowi Terus Mengalir dari Tanah Minang

Penulis: Yose Hendra Pada: Senin, 06 Agu 2018, 09:40 WIB Nusantara
Dukungan untuk Jokowi Terus Mengalir dari Tanah Minang

ANTARA/OKY LUKMANSYAH

SEPEKAN terakhir, pelbagai organisasi berbasis relawan mendukung Joko  Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 terus dideklarasikan di Tanah Minang, Sumatra Barat (Sumbar).

Teranyar, Minggu (5/8) kemarin di Padang, Galang Kemajuan Joko Widodo (GKJO) Sumbar dideklarasikan untuk pemenangan Joko Widodo menjadi calon Presiden-RI pada Pemilu 2019 mendatang.

Ratusan pendukung GKJO yang hadir juga diramaikan oleh kehadiran beberapa tokoh masyarakat pun hadir seperti Bundo Kanduang, Niniak Mamak serta Majelis Taklim.

Sebelumnya, tiga unsur terpenting dalam adat Minangkabau, alim ulama, kaum adat (niniak mamak), dan akademisi (cerdik pandai), terlibat dalam deklarasi Forum Relawan Pemenangan Jokowi 2019. Lalu, Sabtu (4/8) kemarin, Forum Santri Minang juga menyatakan dukungan untuk Jokowi.

Ketua GKJO Sumbar Irwan Afriadi menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat untuk memberikan dukungan pada pemilihan presiden 17 April 2019.

Menurutnya, Jokowi telah membuktikan kinerja yang baik dalam empat tahun kepemimpinannya.

"Masyarakat di Indonesia telah bisa menikmati dari berbagai program Nawacita dan pembangunan insfrastruktur di seluruh nusantara," jelasnya.

GKJO ini dikatakannya, telah mendukung Jokowi sejak beliau menjadi Wali Kota Solo yang sampai beliau menjadi wali kota dua periode. Makanya untuk Pilres 2019 ini GKJO Sumbar inginkan menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya.

"Selama lima tahun kepemimpinan Jokowi telah banyak berbuat untuk Sumatra Barat. Walaupun kalah pada Pilpres 2014 di Sumbar, namun Jokowi tetap memberikan perhatian ke sumbar sampai lima kali berkunjung ke Sumbar," ujar Irwan Afriadi.

Pada Pilpres 2014 Jokowi kalah telak di Sumbar. Namun, untuk Pilpres 2019, GKJO berkomitmen memenangkan Jokowi di Ranah Minang. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More