Akses Kesehatan di Genggaman

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Sabtu, 04 Agu 2018, 10:40 WIB Teknologi
Akses Kesehatan di Genggaman

SUMBER: MEDICAL ONLINE INDONESIA

WAJAH Kristina Sembiring terlihat bahagia setelah pembawa acara menyebut nama timnya sebagai juara pertama Global Start Up Acceleration Program (GSAP) yang diadakan Samsung Electronics Co Ltd bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif dan Universitas Gadjah Mada. Ia beserta timnya pun menerima hadiah sebesar US$3.000 yang diserahkan secara simbolis oleh Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Sungkari.

Kristina tidak menyangka start up miliknya bernama Medis Online Indonesia (MOI) bakal menyabet juara pertama. Pasalnya, Ia harus bersaing dengan 23 start up lainnya dalam kegiatan pelatihan yang berlangsung dari 23-27 Juli 2018.

"Kami membuat start up ini bukan karena ikut-ikutan. Sebelum ada aplikasi MOI sebetulnya saya sudah melakukan homecare dari rumah ke rumah lewat klinik saya," kata dia di Fisipol UGM, Jumat (27/7). Dengan menggunakan start up, jangkauan wilayah bisa semakin luas dan akses pemesanan pun bisa lebih mudah.

Kristina sudah memiliki klinik sendiri di Jakarta sejak 2004, sedangkan di Medan sejak 2014. Layanan homecare kala itu masih konvensional. Dengan aplikasi, jaringannya berkembang.

"Sebelum pakai digital platform, kita cuma mempekerjakan 5-6 perawat karena sistemnya gaji, tetapi setelah sistem aplikasi lebih banyak yang bergabung," kata dia. Aplikasi MOI pun sudah diunduh lebih dari 3.000 kali.

Aplikasi yang tersedia di Google Playstore sejak Januari 2018 ini memudahkan masyarakat mengakses tenaga kesehatan, dari bidan, perawat, hingga fisioterapis dengan mudah. Selain itu, aplikasi ini juga memberi manfaat bagi tenaga kesehatan karena membuka peluang usaha bagi mereka.

Media Indonesia pun sempat mengunduh aplikasi ini. Cara kerjanya sederhana, setelah mengunduh, cukup mengisi biodata dan nomor ponsel Anda. Ada berbagai layanan yang bisa dipilih, seperti homecare, bidan, titip bayi, training centre, consultant, happy sport, MOI Store, dan IMOI (informasi MOI).

Kristina mengatakan MOI menyediakan tenaga kesehatan yang terlatih. Syarat mereka yang bisa bergabung dengan MOI ialah lulusan pendidikan perawat. Mereka juga harus mengikuti pelatihan khusus sesuai standar pelayanan MOI, yaitu merawat layaknya keluarga.

Setelah mengikuti pelatihan, mereka siap diterjunkan ke masyarakat. Saat

ini, aplikasi ini baru diluncurkan di Medan. Namun, aplikasi ini sudah bisa dimanfaatkan di beberapa tempat, seperti Jakarta dan Palembang.

"Di Jakarta dan Palembang memang belum diluncurkan secara resmi, tapi sudah ada beberapa yang memanfaatkannya," kata dia. Namun, di dua kota ini baru bisa dilayani sebagian dengan memanfaatkan jaringan klinik yang dimiliki.

Saat ini jumlah tenaga kesehatan yang tergabung dalam MOI ada 102 orang, dari bidan, perawat, hingga fisioterapis. Menyusul kesuksesan di Medan, tahun ini MOI akan diluncurkan juga di Palembang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Selain mempermudah masyarakat dalam mengakses tenaga kesehatan, MOI juga memiliki misi menyejahterakan tenaga kesehatan. Pasalnya, masih banyak lulusan bidan yang menganggur.

"Dengan aplikasi ini, kami ingin tenaga kesehatan supaya sejahtera. Banyak bidan yang menganggur, kalaupun kerja masih dibayar Rp300 ribu-Rp500 ribu perbulan," kata dia. Dari 100 ribu lulusan bidan per tahun, sekitar 30%-40% menganggur.

Platform ini membuka peluang tenaga kesehatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Dari daftar yang tercantum di aplikasi MOI, biaya layanan home care berkisar Rp100 ribu untuk treatment baby massage and baby spa hingga Rp1 juta untuk kelas persiapan persalinan atau pendamping persalinan.

Kristina mengatakan ia mendapatkan keuntungan 10% fee dari pemesanan tenaga medis. Selain itu, Ia mendapatkan keuntungan dari perusahaan obat dan alat kesehatan yang dijual di aplikasi.

Jatuh bangun

Kristina mengaku, membangun bisnis aplikasi tidaklah mudah. Ia pun pernah mengalami kegagalan.

Sebelumnya, ia pernah bekerja sama dengan layanan penyedia aplikasi pada kurun waktu 2015-2016. Rintisan bisnis itu dinilai sudah cukup berhasil karena mengikuti berbagai inkubasi start up. Bahkan, mereka pernah sampai mengikuti event puncak start up yang diadakan Bekraf di Bali.

Namun, setelah 2016, kerja sama tersebut berakhir karena perbedaan misi. "Kami putus hubungan dengan programmer dan finansial karena visi-misi berbeda. Kami mengutamakan kualitas SDM, tapi mereka ngejar bisnis," kata dia.

Dibantu tujuh pegawainya, Kristina mulai membuat bisnis rintisannya. "Dari basic bidang kebidanan, saya belajar semua dari desain, marketing, bisnis strategi, hingga teknologi aplikasi. Saya mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi bisnis, termasuk GSAP ini," kata dia.

Ia mengaku banyak pembelajaran yang didapatkan dari pelatihan-pelatihan start up yang diikuti. Khusus untuk GSAP, ia belajar banyak dari mentor-mentor asal Korea.

"Kami belajar teknik mereka dan disiplin. Saat pelatihan, sebelum kita masuk ruangan mereka sudah siap di dalam dan kami dibukakan pintu dipeluk dan ditanyai tidurnya gimana?" kata dia. Para mentor yang datang dari Korea bisa tidur hingga jam 2 pagi untuk membahas tentang platform MOI.

Keberhasilan di GSAP tidak menjadi akhir dari usahanya mengembangkan MOI. Ia masih ingin membesarkan aplikasinya agar bisa tersebar di seluruh Indonesia hingga internasional.

Ia berharap mendapatkan dukungan pemerintah untuk pengembangan aplikasinya. Misalnya, jika nantinya ada lisensi khusus dari asosiasi manapun, baik dokter, perawat, bidan, maupun apotek, yang harus diurus terkait dengan healthtech bisa dipermudah. Dengan Lisensi itu, diharapkan bisnisnya bisa diakui asosiasi dan aman dijalankan.

(M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More