Pemerintah Sosialisasikan Kompetensi SDM Pengendalian Karhutla

Penulis: Micom Pada: Jumat, 03 Agu 2018, 06:00 WIB Media Karhutla
Pemerintah Sosialisasikan Kompetensi SDM Pengendalian Karhutla

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) tahun ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk diantisipasi dan ditanggulangi. Dalam penanggulangan karhutla ini dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, handal, dan profesional agar upaya penanggulangan dapat dilakukan secara optimal.

Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Pengendalian Karhutla, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 47 Tahun 2017 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Sertifikasi Kompetensi bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam impelementasinya, KLHK bersama-sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Bidang Kehutanan menyusun dokumen skema sertifikasi kompetensi dan dokumen pedukung lainnya. Penyebarluasan informasi tentang pentingnya tenaga kompeten di bidang pengendalian karhutla dilakukan melalui sosialisasi khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Sosialisasi telah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu di tiga lokasi yakni Riau, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah. Tahun 2018 ini, telah dilaksanakan sosialisasi di Kalimantan Barat (31/07/2018) dan akan dilanjutkan di Sumatra Utara. Sosialisasi diikuti oleh 90 orang peserta yang terdiri dari Brigade Dalkarhutla KLHK-Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Brigade Dalkarhutla Perusahaan Kehutanan dan Perkebunan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Hadir membuka acara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Marius Marcellus. Sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut, Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kehutanan Indonesia, Wahyu Sukoco dan Suatmojo, dan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Perencanaan Pengendalian Karhutla, Sumantri.

Marius Marcellus saat membuka acara menyampaikan bahwa dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, perlu dipersiapkan tenaga kerja yang kompeten. Dampak karhutla yang cukup besar terhadap penurunan fungsi hutan dan juga dampak kabut asap harus diminimalisir dengan upaya yang optimal yang didukung oleh SDM yang handal.

"Peningkatan kompetensi dan kualitas SDM bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan juga sejalan dengan semangat Daops Manggala Agni sebagai Center of Excellent dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di provinsi-provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan termasuk di Kalimantan Barat, dimana saat ini terdapat 4 Daops Manggala Agni dan 1 Brigade Dalkarhut di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum", tambah Marius.

Dalam paparannya, Sumantri menyampaikan bahwa SDM menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan nasional khususnya pembangunan kehutanan dalam rangka mewujudkan pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat berkeadilan, salah satunya bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Sebaik apapun sistem mekanisme yang disusun, tanpa didukung SDM kompeten dan profesionalisme, tidak akan berhasil secara optimal," ujar Sumantri.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Sedangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Suatmojo menyampaikan bahwa acuan sertifikasi kompetensi kerja sumber daya pengendalian kebakaran hutan didasarkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 193 Tahun 2016 tentang Penerapan SKKNI Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Golongan Pokok Kehutanan, Bidang Pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan.

Dimensi kompetensi menurut Wahyu Sukoco meliputi melaksanakan tugas individu (task skill), mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam satu pekerjaan (task management skill), kemampuan merespon dan mengelola kejadian ireguler dan masalah (contingency management skills), dan kemampuan menyesuaikan tanggung jawab dan harapan lingkungan kerja (job/role environment skills).(RO/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More