Permudah Layanan Perbankan dengan Pocketbank

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Sabtu, 28 Jul 2018, 00:00 WIB Teknologi
Permudah Layanan Perbankan dengan Pocketbank

ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

PERKEMBANGAN digital merambah semua lini, termasuk perbankan. Perbankan dituntut menyediakan akses digital bagi masyarakat. Salah satu teknologi finansial yang dapat dimanfaatkan bank ialah Pocketbank.

Produk dari PT Anabatic Digital Raya yang merupakan anak perusahaan dari PT Anabatic Technologies Tbk ini menawarkan solusi digital bagi bank menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan lewat jalur daring. Menurut Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Hendra Halim, di Indonesia angka konektivitas mobile jauh lebih tinggi daripada angka kepemilikan rekening bank.

"Kita lihat saat ini hanya 36% dari total populasi Indonesia yang memiliki rekening bank. Sementara yang terhubung dengan koneksi mobile mencapai 157%, berarti ada banyak kesempatan lewat akses mobile, makanya Pocketbank dibutuhkan," jelas Hendra di Jakarta, Kamis (19/7).

Pocketbank menawarkan templat layanan perbankan digital yang dapat disesuaikan kebutuhan dan personalisasi setiap bank. Layanan berbentuk aplikasi ini dapat dipakai pengguna jasa keuangan bertransaksi keuangan secara mobile termasuk proses transfer, cek saldo, dan penarikan uang.

Di kesempatan yang sama, CEO PT Anabatic Digital Raya, Adriansyah Adnan, menjelaskan Pocketbank dapat memberikan manfaat bagi bank karena adanya perpanjangan tangan lewat kanal digital, membuka banyak cabang dengan investasi tinggi. Bank dapat mengakses target pasar mereka dengan sistem core banking lewat aplikasi.

"Bahkan dapat memerankan peran perbankan seperti melakukan proses transfer ke seseorang yang tidak memiliki rekening di bank yang sama menggunakan penerima transfer melalui nomor telepon mobile dengan kode unik," tambah Adriansyah.

Nasabah

Kelebihan lain dari templat ini dapat menangkap semua perilaku nasabah di perangkat yang digunakan. Misalnya, informasi geografis ketika nasabah melakukan transaksi, mendeteksi OS yang digunakan, dan tipe perangkat mereka. Data yang terkumpul dapat dianalisis bank akan perilaku nasabah mereka dan bisa menemukan wawasan baru untuk bisnis, seperti menentukan produk yang tepat dan platform yang harus diprioritaskan.

Fitur yang menjadi unggulan Pocketbank ialah mendukung proses transaksi nonfinansial, seperti registrasi nasabah, pembukaan rekening, profiling nasabah, dan juga customer service.

"Pocketbank juga mendukung independensi terhadap sistem yang sudah dimiliki customer. Bank juga dapat mengustomisasi aplikasi mereka sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing," tambah Adriansyah.

Linuxone

Guna mendukung sistem itu, Pocketbank dipersenjatai hardware dan software keluaran IBM, yakni Linuxone. Layanan berteknologi kriptografi ini memiliki tiga terobosan. Pertama, enskripsi secara menyeluruh, layanan cloud atau database dalam satu klik secara bersamaan.

Dari segi keamanan memiliki pelindung kunci enkripsi untuk menangkal serangan hacker, serta dilengkapi dengan Encrypted APIS yang memungkinkan untuk melakukan enkrispi APIS perekat digital yang menghubungkan layanan, aplikasi, dan sistem enkripsi 3 kali lebih cepat daripada sistem yang ada.

Saat ini Linuxone sudah digunakan untuk mendukung 87% dari seluruh transaksi kartu kredit dan pembayaran hampir US$ 8 triliun dalam setahun, 29 miliar transaksi ATM setiap tahun dengan nilai US$ 5 miliar per harinya, termasuk 4 miliar penumpang pesawat setiap tahunnya, serta 30 miliar transaksi per hari.

"Saat ini kita berada di era digital di mana transaksi melalui aplikasi mobile membutuhkan dukungan perangkat seperti Linuxone yang memiliki performanace andal, tingkat keamanan (security) yang tinggi, high availability yang didesain untuk meminimalisasi downtime, cloud ready, serta scalable yang memudahkan adanya pertumbuhan transaksi tanpa berdampak pada proses yang berjalan," ungkap Country Manager Global Business Partner IBM Indonesia, Novan Adian.

Terkait biayanya, Adriansyah belum bisa memberitahu. Pasalnya, disesuaikan dengan kebutuhan. Pocketbank saat ini sudah digunakan bank di Indonesia, ASEAN maupun Timur Tengah. "Di Indonesia yang sudah menggunakan itu ada bank swata dan ada bank pembangunan daerah," pungkas Adriansyah.

Audit

Di kesempatan berbeda, Ketua Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT), Budi Rahardjo, berpendapat meskipun sebuah sistem sudah tergolong canggih, semuanya harus ada audit dan diperiksa pihak ketiga yang independen. Pemeriksaan itu meliputi semua hal baik pada bagian back-end yang menyambung ke bank, penyedia jasanya, maupun aplikasinya.

"Pengalaman kami, tidak ada satu aplikasi yang mulus ketika dievaluasi keamanannya. Kalau dianalogikan seperti cek kesehatan seseorang, di mana selalu ada kurangnya. Jadi, kalau dalam hal security, selama berada pada batas toleransi atau batas risiko yang bisa diterima dan kita punya kendalinya, maka oke-oke saja. Tapi, biasanya kami belum pernah menemukan aplikasi maupun suatu sistem yang secure 100%," ungkap Budi yang juga merupakan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/7).

Celah masalah itu bukan hanya teknis, lebih operasional. Misalnya, password yang mudah ditebak, kelalaian, sistem yang tidak pernah diperbarui, maupun antivirus yang kedaluwarsa.

"Jadi, pemanfaatan TIK memang tidak bisa diabaikan karena hal itu sebuah keniscayaan, dan suka tidak suka akan pakai aplikasi seperti itu dan sulit untuk tidak menggunakannya. Yang paling penting adalah sejauh mana kita mau menerima risiko dari pemanfaatan aplikasi," pungkas Budi.

(M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More