Guru Indonesia Timur Berhak Ikut Program Pelatihan

Penulis: Puput Mutiara Pada: Jumat, 27 Jul 2018, 08:30 WIB Media Guru
Guru Indonesia Timur Berhak Ikut Program Pelatihan

MI/Palce Amalo

KESENJANGAN pendidikan khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur salah satunya dipengaruhi oleh faktor minimnya ketersediaan guru, baik secara kuantitas maupun kualitas. Karena itu, sejumlah upaya dilakukan pemerinah termasuk menyediakan program peningkatan kompetensi guru.

Diantara beberapa program yang telah diinisiasi dan dijalankan atas pengawasan langsung Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu program Bermutu atau singkatan dari Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading alias Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Guru.

Tujuannya ialah untuk mendukung upaya peningkatan kualitas dan kinerja guru melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas.

Program Bermutu dilaksanakan secara efektif sejak tahun 2009 hingga 2013 di 16 provinsi dan 75 kabupaten/kota yang menjadi mitra bermutu. Termasuk diantaranya wilayah Indonesia timur seperti Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, dan Kalimantan Tengah.

Melalui kerja sama dengan pemerintah Australia, Kemendikbud juga membuka program ProDEP (Professional Development for Education Personnel). Program pengembangan keprofesian tenaga kependidikan itu bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan sebuah sistem nasional pengembangan keprofesian tenaga kependidikan.

Sistem nasional pengembangan keprofesian tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja kepala sekolah/madrasah, pengawas, dan pejabat pendidikan tingkat kabupaten/kota dan provinsi yang bertanggung-jawab atas manajemen dan tata kelola sekolah/madrasah.

ProDEP mendukung perancangan, pengembangan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program pengembangan keprofesian (PPK) yang telah disepakati beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang melibatkan sampai dengan 250 Kabupaten/Kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Program-program pengembangan keprofesian yang dinaungi oleh ProDEP antara lain pengembangan kapasitas pendidikan pemerintah daerah (PPKPPD) di kabupaten/kota dan provinsi, program penyiapan calon kepala sekolah (PPCKS), program pendampingan kepala sekolah oleh pengawas sekolah/madrasah (PPKSPS), dan pengembangan keprofesian berkelanjutan kepala sekolah/madrasah (PKB KS/M).

Dari semua itu, program guru pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru. Mencakup perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill).

Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru sebagai pembelajar menjadikan program leningkatan kompetensi guru pembelajar sebagai salah satu cara memenuhi standar kompetensi guru sesuai tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Program peningkatan kompetensi guru pembelajar menjadi bagian penting yang harus selalu dilakukan terus menerus atau berkelanjutan untuk menjaga profesionalitas guru. Pelakasanaannya bisa dengan moda tatap muka, moda dalam jejaring penuh, dan moda kombinasi keduanya.

UKG
Undang–Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen secara eksplisit mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan sebagai aktualisasi dari sebuah profesi pendidik. Pengembangan keprofesian bagi para guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum dilakukan secara berkelanjutan.

Berkaitan dengan itu, dilakukan uji kompetensi guru (UKG) untuk mengetahui kompetensi dan kondisi objektif guru yang dinilai sebagai sebuah informasi penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait dengan materi dan strategi pembinaan yang dibutuhkan oleh guru.

Sebagaimana tertuang dalam target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015–2019. Diantaranya meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dilihat dari subject knowledge dan pedagogical knowledge yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa.

Pada 2015, UKG dilaksanakan bagi seluruh guru di Indonesia dan hasilnya diintegrasikan dengan program penilaian kinerja guru dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Seperti diamanatkan dalam Permenpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 sebagai persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru.

Pengembangan keprofesian berkelanjutan dikoordinasikan oleh PPPPTK berdasarkan identifikasi peta kompetensi guru yang diketahui dari hasil UKG.

Sementara itu, program peningkatan keprofesian berkanjutan (PKB) lanjutan dari program guru pembelajar. Tujuan utama program tersebut meningkatkan kompetensi guru yang pelaksanaannya terintegrasi dengan SIM PKB. Khusus PPPPTK IPA akan melaksanakan 2 PKB yaitu PKB berbasis 10 modul dan PKB sesuai TUSI yaitu PKB STEM.

Untuk tahun ini akan dilaksanakan di Sorong dan Merauke dengan pola tatap muka penuh. Demi mensukseskan program-program tersebut seyogianya bukan hanya menjadi tugas kementerian tetapi juga melibatkan pihak lain termasuk masyarakat. (RO/X10-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More