Warga Bekasi Terimbas Ketegangan antara Pj Wali Kota dan Aparatur

Penulis: Gana Buana Pada: Senin, 23 Jul 2018, 20:40 WIB Megapolitan
Warga Bekasi Terimbas Ketegangan antara Pj Wali Kota dan Aparatur

ist

PULUHAN tokoh masyarakat dan lintas agama di Kota Bekasi mendatangi kantor Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (23/7). Kedatangan para sesepuh itu untuk menyampaikan kondisi pemerintahan yang dianggap sedang bersitegang antara Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah dan aparatur setempat.

Imbasnya adalah, Ruddy Gandakusumah selaku kepala daerah setempat enggan meneken surat yang diajukan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam rencana penambahan rombel. 

Padahal, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah mengusulkan penambahan jumlah siswa di setiap rombongan belajar (rombel) dari 38 orang menjadi 40 orang. Upaya ini dilakukan untuk mengakomodir 2.988 siswa lagi yang berminat masuk sekolah negeri, namun tidak tertampung.

"Orang tua banyak yang menangis karena anaknya tidak bisa masuk ke SMP Negeri, padahal anggaran pemerintah ada seharusnya dibuka saja,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Abdul Manan.

Manan mengatakan, ketidakharmonisan antara Pj Wali Kota Bekasi dan pemangku jabatan dampaknya juga pasa m rencana penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2018. Seharusnya pada triwulan ketiga saat ini, pemerintah sudah masuk dalam rancangan APBD Perubahan.

“Tentu kami merasa harus turun tangan, sebab peran pemerintah adalah untuk masyarakat, mereka harus mendengar suara dari masyarakat," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Manan juga menyampaikan rasa kecewanya kepada Ruddy karena tidak ada di ruang kerjanya. Padahal rencana kedatangan tokoh sudah dikomunikasi sejak beberapa hari lalu lewat aparatur pemerintahan setempat.

“Sudah tidak ada kepercayaan lagi kepada Pak Pj Wali Kota Bekasi, kami kecewa,” tandas dia. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More