26 Ribu Tiket Kertas Terjual, Stasiun Bekasi Masih Sediakan Surat Terlambat

Penulis: Gana Buana Pada: Senin, 23 Jul 2018, 10:55 WIB Megapolitan
26 Ribu Tiket Kertas Terjual, Stasiun Bekasi Masih Sediakan Surat Terlambat

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

PENGELOLA Stasiun Bekasi menyiapkan surat keterangan terlambat bagi para penumpang kereta commuter yang membutuhkan. Hal ini menyusul adanya pembaharuan sistem tiket KRL sejak Sabtu (21/7) kemarin.

“Petugas sudah siaga memberitahu penumpang kalau kami menyiapkan surat tersebut,” ungkap Kepala Setasiun Bekasi, Syarif, Senin (23/7).

Menurut Syarif, surat tersebut akan diberikan kepada penumpang yang membutuhkan. Apalagi saat sejak pukul 04.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB antrean mengular.

Syarif mengatakan, total tiket kertas yang telah terjual hingga pukul 09.00 WIB ada sekitar 26 ribu tiket. Tiket tersebut dijual seharga Rp3.000 ke stasiun mana saja. Tiket tersebut harus dibawa penumpang mulai masuk stasiun hingga keluar stasiun tujuan.

“Jangan sampai hilang tiketnya, sebab asuransi penumpang pun juga ada dalam selembar tiket itu,” kata Syarif.

Syarif mengaku dirinya tidak mengetahui pasti pembaharuan sistem tiket elektronik KRL selesai. Namun, pihaknya tetap bersiaga dengan petugas tiket tambahan dan surat keterangan terlambat.

“Belum ada keterangan resmi dari PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) kapan sistem selesai diperbaharui,” jelas dia.

Seperti yang diketahui, saat ini pengguna KRL diwajibkan membeli tiket manual berbentuk kertas seharga Rp3. 000 per penumpang untuk semua tujuan. Tiket elektronik seperti Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank tidak berlaku selama proses pembaharuan sistem tiket KRL yang berlangsung sejak Sabtu 21 Juli 2018.

Penumpang kereta komuter mulai antre sejak pukul 04.30 WIB. Antrian sekitar 100 meter terjadi di pintu sisi selatan dan utara sampai dengan pukul 07.30 WIB. Sebanyak tujuh loket disediakan pengelola stasiun, yakni lima di antaranya berada di pintu Selatan dua lainnya di pintu Utara.

Supriyadi, salah satu penumpang berharap pemberlakukan tiket kertas tidak berlangsung lama. Sebab, hal ini cukup menyulitkan penumpang.

“Penumpang mengantri cukup lama,” ungkap Supriyadi.

Dirinya mengaku sudah mengetahui hal ini sejak Minggu (22/4) malam. Karena itu, dirinya bersiap berangkat lebih awal.

“Biasanya saja di stasiun pukul 06.00 WIB tapi tadi sejak 05.30 WIB saya sudah tiba di stasiun,” kata dia.

Bahkan, kata Supriyadi, ada penumpang yang berteriak pada petugas agar membuka jalur cepat bagi penumpang yang memiliki uang pas. Agar proses pembelian tiket lebih cepat. 

“Akhirnya ada dua petugas di masing-masing pintu (selatan dan utara) yang berjaga melayani penumpang pembawa uang Pas,” tandas dia. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More