Selamatkan Anak dari Dampak Negatif Gadget

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Senin, 23 Jul 2018, 10:30 WIB Humaniora
Selamatkan Anak dari Dampak Negatif Gadget

MI/Ramdani

PERINGATAN Hari Anak Nasional 2018 digelar hari ini, Senin 23 Juli 2018 di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur. Komunitas Cinta Anak Nusantara mendesak agar pemerintah memikirkan secara serius dan matang upaya-upaya agar anak bisa terselematkn dari bahaya negatif gadget.

"Artinya di era serba digital saat ini kita berhadapan dengan ancaman baru yaitu kecenderungan anak yang besar pada gadget dan itu tidak disertai dengan literasi yang cukup sehingga mudah sekali terpapar dengan dampak negatifnya," kata Koordintor Komunitas Cinta Anak Nusantara (KCAN) Setiana Widjaja dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, di Jakarta, Senin (23/7).

Menurutnya, peringatan HAN 2018 harus menjadi momentum untuk mengingatkan orang tua terutama Ibu agar memberikan gadget pada anak disertai dengan pendampingan. 

"Kita tidak dalam posisi untuk membolehkan atau tidak membolehkan karena itu juga penting bagi anak sekarang. Tetapi sembari memberikan pada anak, orang tua harus mendampingi dan memberikan pemahaman yang cukup agar pemanfaatannya bisa untuk hal positif dan bukan yang merusak," jelas Setiana.

Ia menambahkan pemakaian gadget pada anak yang tidak disertai pendampingan dan literasi yang cukup akan membahayakan anak-anak Indonesia. 

"Muatan konten yang saat ini tidak bisa dikontrol tentu menjadi ancaman bagi anak-anak kita. Nah peran ibu atau orang tua dan tentu saja pemerintah serta pemangku kepentingan anak di sini sangat signifikan," ungkap Setiana.

Pemerintah misalnya bisa mendorong ke sekolah-sekolah agar aktif memberikan pemahaman pemakaian gadget dengan baik dan benar. 

"Proses literasi itu penting dan bisa didorong ke sekolah-sekolah," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More