KLHK Gagalkan Penjualan Kulit Harimau di Jambi

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 23 Jul 2018, 10:15 WIB Humaniora
KLHK Gagalkan Penjualan Kulit Harimau di Jambi

MI/Putri Rosmalia Octaviyani

BALAI Penegakkam Hukum (Gakkum) KLHK Sumatera bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan Polda Jambi berhasil menangkap 2 orang tersangka dan mengagalkan jual beli 1 ekor kulit harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). 

"Kami berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan upaya konservasi dan penyelamatan satwa liar di habitatnya serta meningkatkan upaya untuk memerangi perburuan dan perdagangan satwa liar di wilayah provinsi Jambi," ujar Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam keterangan resmi, Senin (23/7). 

Ia menjelaskan, tersangka diamankan pada tanggal 22 Juli 2018 pukul 14.05 wib beserta 1 unit mobil CRV di Jalan AR Hakim, Telanai Pura, Kota Jambi.

Penangkapan berawal dari petugas yang mendapat informasi dari masyarakat jika ada sebuah mobil Honda CRV warna hitam yang membawa benda mencurigakan di pinggiran kota Jambi. 

"Setelah melakukan pengintaian, diketahui target merupakan sasaran yang selama 1 bulan ini dilakukan pengintaian terkait jual beli satwa dilindungi," ungkapnya.

Saat petugas melakukan penyergapan, dua orang tersangka berhasil diamankan. Masing-masing berinisial HB dan MM. Barang Bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 buah kulit harimau sumatera dalam kondisi lengkap semua bagian. Mulai dari kepala, kaki, badan, dan ekor sepanjang 105 cm serta tulang belulangnya seberat 6,4 kg.

"Saat ini kedua tersangka berikut barang buktinya diamankan di Polda Jambi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya. 

Kedua pelaku yang diamankan akan dikenakan Pasal 40 ayat 2 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem jo pasal 21 ayat 2 hutuf (d) setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh atau barang barang yang dibuat dari bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di indonesia ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More