8 Calon Haji Purwakarta Gagal Berangkat

Penulis: Reza Sunarya Pada: Minggu, 22 Jul 2018, 17:45 WIB Nusantara
8 Calon Haji Purwakarta Gagal Berangkat

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

DELAPAN jemaah calon haji asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat batal menunaikan ibadah haji tahun ini. Sementara Jumlah calon haji asal Purwakarta 2018 mencapai 736 calon haji masuk dalam kolompok terbang (kloter) 20 dan 58.

Sampai pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) gelombang dua selesai, ada sejumlah calon jemaah yang tak kunjung menyelesaikan pembayaran biayanya. Ada juga jemaah yang meminta mutasi ke daerah lain sehingga dipastikan mereka gagal berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. 

"Salah satu di antaranya, yakni ada sebagian dari mereka tak bisa melunasi BPIH, ada juga di antaranya calon haji yang mutasi ke daerah lain," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Tedi Ahmad Junaedi, Minggu (22/7).

Menurut Tedi, awalnya kuota haji tahun ini untuk Purwakarta mencapai 744 jemaah. Dengan delapan orang calon jemaah yang pemberangkatan ditunda, calon jemaah yang siap berangkat totalnya menjadi 736 calon haji. 

Dari 736 calon jemaah haji yang siap berangkat terbagi dalam dua kloter. Kloter 20 dengan jumlah 410 calon jamaah haji, serta 326 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 58.

Untuk Kloter 20 dilepas dengan titik kumpul di Lapangan Yon Armed Pasopati pada Minggu (22/7) sekitar pukul 00.20 WIB. Kemudian, tiba di Embarkasi Bekasi Senin dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Setelah itu, mereka akan take off dari Bandara Soekarno-Hatta, pada Senin (23/7) malam sekitar pukul 20.20 WIB.

Sementara untuk calon jamaah haji yang masuk kloter 58, bergabung dengan calon haji dari Kabupaten Bogor. Kelompok ini, akan meninggalkan Purwakarta pada 3 Agustus mendatang.

Tedi menambahkan, mulai tahun ini jamaah haji asal Jabar tidak harus menunggu pemeriksaan di imigrasi Arab Saudi. Pasalnya, pemeriksaan imigrasi Arab Saudi, sudah bisa dilakukan di Embarkasi Bekasi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More