Lima Tewas dan Satu Kritis dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

Penulis: Reza Sunarya. Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 19:40 WIB Nusantara
Lima Tewas dan Satu Kritis dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

Ilustrasi/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

LIMA orang tewas dan satu kritis dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Cipali KM 76.400, Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/7). Kecelakan tersebut melibatkan tiga kendaraan sekaligus.

Seluruh Korban sudah dibawa ke RS MH Thamrin,  Bungursari, Purwakarta Jawa Barat guna penanganan lebih lanjut.

Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Rizky Adi Saputro mengatakan dua korban di mobil pick up meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban tewas dan satu luka berat berasal dari penumpang Toyota Corolla abu-abu bernopol B 1647 CE. Sopir mobil sedan yang mengalami luka berat bernama Dendi Akbar, 23, warga Solok, Sumatra Barat. Serta para penumpangnya, Efrizal, 36, warga Tegal Timur, Tegal, lalu ada  Harmaini Nurdin , 35, dan Yuldeka Putra, 22, yang juga warga Tegal.

Dua lainnya  penumpang dan supir kendaraan Grand Max hitam bernopol B 9581 EUA. Sopir mobil pick up, Rio Aditia, 57, warga Tanggerang, Banten dan penumpangnya Asrul, 28, warga Agam, Sumatra Barat.

Rizky menyebutkan kejadian tersebut diduga karena pengemudi mobil sedan, Dendi tidak bisa mengendalikan mobilnya hingga oleng .Dari arah Jakarta menuju Cirebon, mobil Corolla abu-abu berbelok hingga melintasi jalur yang berlawanan.

Di jalur tersebut, dari arah Cirebon menuju Jakarta mobil Corolla menabrak mobil picky up yang tengah dikendarai oleh Rio.

Setelah menabrak mobil pick up yang membawa baja besi, mobil Dendi kembali menabrak truk bernopol A 9412 ZX, dikendarai oleh Dikdik Suryanto, 50, yang mengalami shock berat.Kasusnya kini dalam penanganan Laka Lantas Purwakarta, Jawa Barat. (X-10).

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More