759 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terimbas Pembangunan Tol Becak Kayu

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 18:15 WIB Megapolitan
759 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terimbas Pembangunan Tol Becak Kayu

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

SEBANYAK 759 bidang tanah di Kawasan Pasar Gembrong, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, akan dibebaskan guna melancarkan proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becak Kayu). Terdaat tiga rukun warga yang terimbas pembangunan tol Becak Kayu, yakni RW 01, RW 02, dan RW 03.

Lurah Cipinang Besar Utara, Sri Sundari, mengatakan pihaknya bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) masih menyinkronkan hasil ukur tanah dan bangunan. Hasil sementara, ada 759 bidang tanah yang terdampak.

“Di RW 01 ada 301 bidang, di RW 02 ada 340 bidang, dan di RW 03 ada 118 bidang. Sekarang masih tahap sinkronisasi hasil ukur tanah dan bangunan,” kata Sri melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Sabtu (21/7).

Pasar Gembrong selama ini telah menjadi sentra pedagang mainan di Jakarta Timur. Beberapa di antara pedagang mengaku kebingungan bila harus dipindah ke tempat lain, ada juga yang sudah lama berjualan namun tidak memiliki sertifikat, lainnya pasrah dan berencana pulang kampung bila terkena pembebasan lahan.

Sampai saat ini tidak ada perlawanan warga terkait rencana pembebasan tanah. Namun, protes terkait perbedaan ukuran luas tanah dan keterangan materi bangunan disampaikan oleh beberapa warga. BPN pun akan melakukan pengukuran ulang.

“Komplain terkait perbedaan ukuran luas tanah dan materi bangunan ada beberapa, tapi tidak banyak dan akan dilakukan ukur ulang.” pungkasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More