Campak dan Rubella Hanya Bisa Dicegah Lewat Imunisasi

Penulis: Palce Amalo Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 17:20 WIB Humaniora
Campak dan Rubella Hanya Bisa Dicegah Lewat Imunisasi

ANTARA/Rahmad

KEMENTERIAN Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terus melakukan kampanye imunisasi massal campak daN rubella (MR) mulai 1 Agustus-30 September 2018.

Sasaran imunisasi tahap kedua ini akan menjangkau 31.963.154 anak di 28 provinsi di luar Jawa. Pada 2017, imunisasi campak dan rubella dilakukan  di Jawa mencapai 34.964.384 anak usia delapan bulan hingga 15 tahun.

"Campak dan Rubella dapat menyebabkan cacat dan kematian, tetapi bisa dicegah melalui imunisasi," kata Medical Officer WHO Indonesia dokter Vinod Bura saat berbicara pada Workhsop Wartawan bertajuk 'Imunisasi untuk Kesehatan' yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, WHO dan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Sabtu (21/7).

Menurut Dokter Vinod, penyakit ini belum bisa diobati sehingga satu-satunya jalan ialah melakukan pencegahan lewat imunisasi. Worskhop
diikuti 25 wartawan dari seluruh Indonesia yang akan membantu kampanye imunisasi campak dan rubella demi mencapai target minimal capaian nasional 95%.

Organisasi lainnya yang ikut dalam kampanye imunisasi ini ialah Unicef dan Yayasan Orang Tua Peduli. "Kita punya tujuan yang sama, bekerja bersama-sama membuat anak-anak Indonesia sehat," ujarnya.

Dia menyebutkan wanita hamil bisa terinfeksi virus rubella yang dapat ditularkan oleh anak. Namun, virus tersebut tidak menyerang ibu, tetap
menyerang bayi yang dikandungnya sehingga bisa berdampak keguguran terutama pada trimester pertama.

Anak yang dilahirkan pun akan mengalami kebutaan, gangguan pendengaran dan kelainan jantung. Untuk campak, jika tidak dilakukan pencegahan sejak awal dapat menyebabkan anak terkena radang paru, radang otak, kebutaan dan gizi buruk.

Adapun wanita yang akan melangsungkan pernikahan disarankan melakukan tes Torch yang merupakan gabungan dari empat penyakit termasuk rubella. Tiga penyakit lainnya ialah toxoplasma, cytomegalovirus, dan herpes. Jika hasil tes memperlihatkan tidak ada kekebalasan, dokter akan menganjurkan vaksinasi.

"Jika di sekolah satu anak terinfeksi campak dan rubella bisa menyebar dengan cepat kepada anak-anak lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan banyak orang tua tidak menyadari anak sering menderita bantuk dan panas namun dianggap panas biasa, padahal di dalam tubuhnya terdapat virus campak dan rubella, bisa berdampak buruk dalam 3-6 hari.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Departeman Kesehatan, Vensya Sitohang mengatakan imunisasi MR tanpa dipungut biaya. Vaksin ini didatangkann pemerintah dari India, dan Indonesia merupakan satu dari 140 negara pengguna vaksin produksi India tesebut.

Menuruntya Rubella muncul tanpa gejala dan biasanya berupa penyakit ringan pada anak. "Yang paling berat ialah komplikasi yang menyebabkan kematian," ujarnya.

Dia menyebutkan imunisasi MR tidak ada efek samping. Akan tetapi jika terjadi demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan
nyeri setelah imunisasi, merupakan reaksi normal dan akan menghilang antara 2-3 hari. "Imunisasi MR dilakukan dengan cara disuntik, dan
keberhasilan pencapaian target imunisasi ini tidak hanya diserahkan kepada orang-orang kesehatan, tetapi pimpinan daerah," ujarnya. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More