Tiga Warga Mengadu ke Posko Pelayanan Kantor Kecamatan Tebet

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 16:12 WIB Megapolitan
Tiga Warga Mengadu ke Posko Pelayanan Kantor Kecamatan Tebet

MI/Haufan Hasyim Salengke

JARUM jam sudah menunjukkan pukul 10.25 Wib, namun baru tercatat tiga warga yang datang ke meja pengaduan masyarakat di Kantor Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Padahal, pelayanan tersebut sudah dibuka sejak pukul 08.00 Wib.

Chairul, salah seorang warga Tebet Barat mengadukan masalah jaringan kabel yang mengganggudi sepanjang Jl Tebet Barat VIII.

"Kabelnya ada di bagian pohon yang kalau jatuh bisa berbahaya pas hujan. Kita minta supaya di-toping saja," kata Chairul yang merupakan Ketua RT, Sabtu (21/7).

Chairul pun segera memperlihatkan beberapa foto terkait masalah yang dilaporkannya. Salah seorang petugas bernama Eni pun segera mengisi formulir dengan pencantuman identitas warga yang mengadu, masalah aduan, hingga nomor kontak pengadu. Ia juga melampirkan salinan KTP yang bersangkutan.

Persoalan penopingan pohon dan kabel listrik lantas diteruskan kepada petugas di sektor kehutanan dan penerangan jalan umum (JPU).

"Bagusnya kalau pengaduan tatap muka kita bisa mengenal dan berbicara dengan warganya, tahu permasalahan secara langsung. Kita nggak menolak, sekecil apapun masalah yang diadukan warga kita pasti tampung dan menindaklanjuti," ujar Eni.

Jika permasalahan sudah diselesaikan, maka petugas kelurahan akan menelpon warga pengadu untuk pemberitahuan.

Sementara itu, di Kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belum ada warga yang datang mengadukan masalah ke posko pelayanan masyarakat hingga pukul 09.15 WIB.

Ditemui terpisah, Camat Tebet, Mahludin, mengatakan pihaknya menampung semua aduan masalah yang masuk dari masyarakat. Jika tidak bisa ditindaklanjuti di tingkat kecamatan dan kelurahan, mereka akan berkirim surat ke dinas terkait.

"Jadi memang selama ini pengaduan masyarakat yang masuk berkaitan dengan penopingan pohon, saluran tersumbat, kucing liar yang berkeliaran, burung liar. Semua yang dikeluhkan masyarakat ya boleh disampaikan," kata Mahludin.

Jumlah pengadu tidak menentu, terkadang ada dua hingga lima orang datang. Sementara untuk personel yang menindaklanjuti ada dari semua unit terkait.

"Dilibatkan semua, supaya nanti kalau ada pengaduan yang menyangkut unitnya, dia langsung tahu dan ditindaklanjuti," pungkasnya.

Sistem pola pelayanan pengaduan warga di tingkat kecamatan setiap Sabtu pukul 08.00-11.00 WIB mulai berjalan sejak era pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tujuannya agar masalah warga bisa diselesaikan dengan cepat.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More