Kakanwil Kemenkumham Masih Bungkam Soal OTT Kalapas Sukamiskin

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 15:45 WIB Nusantara
Kakanwil Kemenkumham Masih Bungkam Soal OTT Kalapas Sukamiskin

MI/Bayu Anggoro

KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Indro Purwoko, tidak merespon telepon dari awak media ihwal terjeratnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husein, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM,  Alfi Zahrin, mengaku akan segera mendatangi Lapas Sukamiskin pasca ditangkapnya Wahid Husein.

"Iya, saya mau ke Sukamiskin," ujar Alfi singkat, Sabtu (21/7).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung Wahid Husein, Sabtu (21/7) dini hari. Kepala lapas kelas I ini ditangkap terkait suap izin keluar masuknya narapidana di tahanan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (21/7) siang ini, suasana di Lapas Sukamiskin tidak ada yang berbeda. Sejumlah kerabat narapidana yang membesuk masih terlihat keluar masuk seperti biasanya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More