Pemerintah Ajak Swasta Kembangkan Kereta Api

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 16:15 WIB Ekonomi
Pemerintah Ajak Swasta Kembangkan Kereta Api

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turun dari gerbong penumpang

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah mengajak swasta untuk bersama mengembangkan transportasi kereta api sebagai angkutan massal yang sangat dibutuhkan di Indonesia.

"Sejumlah perbankan nasional dan asing banyak yang berminat untuk mendanai sektor itu. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api sangat menguntungkan," kata Budi Karya kepada pers usai membuka Rapat Kerja Nasional III 2018 Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) di Jakarta, Sabtu (21/7).

Menhub mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi kereta api memang membutuhkan biaya yang sangat besar dan banyak menyedot APBN, sehingga perlu dicarikan solusi untuk pembangunan.

Sementara itu, kata dia, pemerintah tetap konsisten untuk terus membangun angkutan massal yang efektif dan menilai kereta api adalah solusinya.

"Untuk jangka panjang kereta api akan menjadi angkutan massal yang memadai untuk bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan raya," kata Budi Karya.

Dia mencontohkan, pembangunan kereta api cepat Jakarta-Surabaya yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, diminati pihak swasta asal Jepang.

Sekalipun melibatkan swasta asing, Menhub mengatakan pemerintah tetap berkeinginan kandungan lokal kereta api sebagian vwsar menggunakan produk dalam negeri.

"Demikian juga pekerjanya, pemerintah ingin melibatkan banyak tenaga kerja lokal sehingga banyak penduduk Indonesia yang bekerja," kata Menhub.

Budi Karya mengatakan pembangunan kereta api yang ditawarkan ke swasta tidak saja bertumpu di Pulau Jawa dan untuk angkutan manusia saja, tapi juga ditawarkan di luar Jawa dan angkutan logistik.

Dia menegaskan sekalipun swasta diajak terlibat membangun kereta api tapi pemerintah tetap bersikap profesional dan tidak mau didekte atau hanta ikut saja.

"Saya pastikan dan awasi kalau pemerintah tetap untuk ikut aturan yang berlaku di Indonesia dan tentunya tidak merugikan keuangan negara," kata dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More