Keberhasilan Mission Impossible di Gua Tham Luang, Thailand

Penulis: Desi Yasmini Pada: Sabtu, 21 Jul 2018, 05:40 WIB Teknologi
Keberhasilan Mission Impossible di Gua Tham Luang, Thailand

AFP

BERMULA pada Sabtu (23/6), setelah anak-anak anggota tim sepak bola itu selesai berlatih, mereka memasuki Gua Tham Luang bersama pelatih mereka. Namun, mereka tidak bisa keluar karena saat berada di dalam gua tiba-tiba hujan turun, langsung merendam tempat itu, dan menutup jalan keluar mereka. Akhirnya mereka terpaksa masuk lebih dalam mencari tempat perlindungan.

Sehari, dua hari, dan sepekan, satu pun anggota klub dan asisten pelatih itu tidak kunjung pulang. Hingga ditemukan sebuah sepeda dan sepasang sepatu bola di mulut Gua Thum Luang di kawasan Hutan Khun Nam Nang Non, Distrik Mae, Chiang Rai, Thailand.

Dua penyelam sukarelawan dari Inggris, Rick Stanton, 56, dan John Volanthen, 47, dipanggil secara khusus oleh pemerintah Thailand untuk menelusuri gua demi mencari keberadaan anak-anak itu. Keduanya penyelam profesional yang sering melakukan penyelamatan gua, tetapi mereka tetap memiliki pekerjaan lain di Inggris. Stanton bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran dan Volanthen ialah insinyur internet di Bristol.

Pada hari kesembilan sejak ke-12 anak-anak dan asisten pelatih itu hilang, akhirnya mereka ditemukan bergerombol di sebuah landasan batu. Selama periode itu, mereka bertahan hidup dengan meminum air yang menetes di dinding gua.

Misi ini melibatkan tim penyelamat dari Thailand, AS, Inggris, Australia, dan negara-negara lain. Misi yang berbahaya ini bahkan menelan korban jiwa. Seorang mantan anggota angkatan laut Thailand SEAL meninggal pada Jumat (6/7) saat mengisi tabung oksigen yang ditempatkan di sepanjang rute perjalanan di gua.

Dua remaja laki-laki pertama muncul pada Minggu (8/7) senja dari dalam gua. Selama dua hari itu delapan anak telah dikeluarkan tim penyelamat dari dalam gua. Kelompok terakhir dari 12 anggota tim sepak bola Wild Boars dan pelatih mereka dibawa keluar dari Gua Tham Luang, dekat perbatasan dengan Myanmar, pada Selasa (10/7).

Setiap anak laki-laki, tanpa pengalaman menyelam, dipandu penyelam melalui jalan berbatu, berlumpur, dan penuh air serta hanya ada ruang sempit untuk merangkak. Metode ini sangat berisiko, tetapi berkurangnya kadar oksigen di dalam gua dan kekhawatiran akan hujan musim hujan yang datang membuat keputusan secepat mungkin.

Menurut penyelam dari angkatan laut Thailand yang ikut dalam operasi penyelamatan, anak-anak itu telah dibius sebelum melintasi perjalanan sejauh 5 kilometer sampai ke mulut gua.

Seorang pejabat pemerintah Thailand mengatakan, saat ini 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola dalam kondisi yang umumnya baik satu hari setelah kelompok terakhir dapat diselamatkan dari gua yang kebanjiran.

Selama dua pekan lebih terperangkap tanpa asupan makanan yang cukup, anak-anak yang terjebak ini mengalami penyusutan berat badan. Mereka harus diperkenalkan kembali dengan makanan-makanan berat secara perlahan untuk mencegah gangguan pencernaan. Selain itu, mereka saat ini harus mengenakan kacamata hitam selama beberapa hari sampai mata mereka menyesuaikan diri dengan cahaya yang lebih terang.

(AFP/BBC/Antara/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More