Airlangga Tunggu Putusan MK Soal Pasal Jabatan Wapres

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 21:34 WIB Politik dan Hukum
Airlangga Tunggu Putusan MK Soal Pasal Jabatan Wapres

DOK MI

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto enggan berpolemik mengenai gugatan uji materi pasal jabatan wakil presiden yang melibatkan politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai pihak terkait.

Meski memahami posisinya sebagai bakal calon wakil presiden bagi Joko Widodo turut terancam dengan keikutsertaan JK dalam gugatan itu, Airlangga memilih diam.

"Saya tidak mau berkomentar. Kita tunggu saja putusan MK nanti," kata Airlangga saat ditemui sebelum hadir dalam workshop nasional Fraksi Partai Golkar DPRD se-Indonesia di Redtop Hotel, Jakarta, Jumat (20/7).

Airlangga pun menegaskan yakin MK akan memutuskan perkara itu dengan independen dan tidak dipengaruhi intervensi apapun.

Pihaknya pun tidak mau mengintervensi MK. "MK adalah lembaga independen dan putusannya tidak boleh ada intervensi. Jadi biarkan saja berproses," ujarnya.

Sebelumnya, Partai Perindo menggugat Undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Mereka menggugat Pasal 169 huruf n yang menghalangi Wapres JK maju pada Pilpres 2019.

Dalam pasal tersebut dinyatakan capres-cawapres bukanlah orang yang pernah menjadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode. Dalam gugatan itu, JK mendaftarkan diri menjadi pihak terkait penggugat.

Di sisi lain gugatan terhadap pasal yang sama pernah diajukan pihak berbeda dan ditolak oleh MK. Hakim MK pada saat itu Saldi Isra berpendapat MK menolak gugatan pemohon karena tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More