Cawapres Jokowi Mestinya Punya Power di Bidang Ekonomi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 21:00 WIB Politik dan Hukum
Cawapres Jokowi Mestinya Punya Power di Bidang Ekonomi

MI/ADAM DWI

BELAKANGAN banyak hasil survei mengenai calon wakil presiden yang layak mendampingi kandidat petahana Joko Widodo. Dalam menentukan pilihan tersebut, kriteria yang pas tidak hanya yang bisa meningkatkan elektabilitas calon presiden saja tetapi bisa memahami isu-isu penting di negara ini, ekonomi contohnya.

Menurut Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati menyatakan bahwa yang salah satu kriteria terpenting cawapres yaitu seseorang yang sangat paham tentang problem eknomi.

Seseorang tersebut tidak selalu mempunyai background ekonomi. Tetapi mempunyai kemampuan untuk mengeksekusi.

"Misalnya dia paham ekonomi tetapi tidak punya power untuk mengeksekusi apa yang seharusnya dilakukan juga percuma." ujar Enny

Kemudia Enny menambahkan bahwa kekuatan ekonomi bangsa Indonesia bukan hanya di pasar saja tetapi di sumber daya.

"Nah artinya kriteria yang paham ekonomi adalah orang yang mempunyai sisi ekonomi kerakyatan dan bukan yang selalu berorientasi kepada pasar dan jelas itu bukan Ibu Sri Mulyani." ungkapnya sehabis Diskusi ' Mencari Pedamping Jokowi : Visi Ekonomi Cawapres 2019' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Jumat (20/7).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan menyebutkan bahwa pemerintah sekarang telah sekuat tenaga menggenjot kemandirian di bidang ekonomi khususnya industri dengan mengandalkan potensi anak-anak bangsa Indonesia.

"PKB melihat bahwa peer Jokowi kedepan ialah menyeimbangkan stabilitas harga pokok, kalau bisa diturunkan dan jangan sampai mengeluarkan kebijakan yang banyak menimbulkan PHK," ungkap Daniel. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More