Sofyan: Penunjukan Langsung Merupakan Penugasan dari PLN

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 20:54 WIB Politik dan Hukum
Sofyan: Penunjukan Langsung Merupakan Penugasan dari PLN

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

DIREKTUR Utama PLN Sofyan Basir usai menjalani pemeriksaan di KPK menekankan bahwa penunjukan langsung proyek PLTU Riau 1 merupakan bagian dari penugasan oleh PLN kepada anak usahanya. Namun saat ditanyakan apakah kewenangan yang menunjuk Blackgold tersebut adalah kewenangan PLN dirinya tidak menjawab.

"Itu ketentuannya. Penugasan, ada kebijakan yang dikeluarkan PLN kepada PJB," terang Sofyan.

Dirinya juga membantah informasi adanya pertemuan Eni, Johannes di rumahnya. "Ngak ada, ngak tahu itu. Tanya penyidik, kita gak berhak," tegas Sofyan.

Sementara itu Peneliti ICW Firdaus Ilyas meminta KPK untuk mengembangkan lebih lanjut kasus tersebut, sebab secara keseluruhan pengelolaan kelistrikan juga melibatkan Kementerian dan juga perusahaan. Termasuk dari politisi dirinya menduga lebih dari satu orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

Firdaus menyebutkan PT Samantaka Batubara sebagai anak perusahaan blackgold juga menjadi suplier dari PLTU mulut tambang lainnya. Sehingga hubungan tersbeut juga harus ditelisik oleh KPK satu persatu.

"Kalau saya melihatnya jangan jangan PLTU ini pembangunannya diusulkan oleh kepentingan usaha, jadi bukan dari studi kelayakan atau studi PLN terhadap kebutuhan energi yang baik. Tetapi diusulkan oleh pemilik tambang batu bara," ujar Firdaus.

Dirinya menilai poin penting dari PLTU mulut tambang tersebut terkait suplai bahan bakunya. Sebab yang menyediakan suplai bahan baku dan menikmati kebijakan PLTU mulut tambang lainnya bukan hanya blackgold tetapi juga perusahaan lainnya.

"Apakah dalam skema tersebut Indonesia mendapatkan harga yang paling baik. Jangan- jangan dari awal diajukan oleh perusahaan mudian ada sisi kong kalikongnya dan ada yang menjadi brokernya yang kemudian LoI nya didapatkan oleh konsorsium A tetapi dibalik itu ada mekanisme pemberian fee dan segala macam," ujar Firdaus.

Sehingga hal tersebut akan berdampak kepada harga beli PLN. Sebab dengan adanya permainan, baik itu suap ataupun fee maka akan menambah nilai investasi dan berdampak kepada listrik yang dibayar PLN lebih mahal dari seharusnya.

Sehingga dalam kasus ini Firdaus meminta KPK untuk melihat apakah kontrak pembelian batu bara dari PT Samantaka Batubara sebagai anak perusahaan blackgold tersebut wajar atau tidak. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More