Jokowi Terlalu Kuat, Penantang Bingung

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 20:21 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Terlalu Kuat, Penantang Bingung

MI/ADAM DWI

TINGGINYA elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan lembaga-lembaga survei menjadi pertimbangan kubu koalisi penantang kebingungan mencalonkan tokoh lain sebagai calon presiden (capres) lawan Jokowi.

"Jokowi terlalu kuat di berbagai survei. Karena itu belum ada yang mencalonkan (presiden) diri secara resmi," kata wartawan senior Budiarto Shambazy dalam diskusi publik yang diselenggarakan Para Syndicate di Jakarta, Jumat (20/7)

Beberapa lembaga survei memang menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi paling tinggi dibanding tokoh-tokoh lain. Dari hasil-hasil survei itu, kata dia, membuat partai lain yang berada di kubu oposisi tidak begitu bersemangat mencalonkan tokoh lain sebagai lawan Jokowi.

Fenomena itu juga menjadi preseden buruk bagi partai politik lantaran gagal merekrut calon yang kompeten. Sehingga, kata dia, bukan tidak mungkin terjadi calon tunggal atau melawan kotak kosong dalam pilpres 2019

"Partai gagal dalam melakukan rekrutmen calon berkualitas lawan Jokowi," ujarnya

Namun, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai, calon tunggal di Pilpres 2019 sulit terjadi. Ia menilai, sejauh ini hanya Prabowo yang menjadi lawan terkuat Jokowi.

"Kondisi politik sekarang kecil kemungkinan ada calon tunggal, minimal ada dua calon," ujarnya

Kondisi itu, kata Djayadi ditambah dengan pilpres 2014 masih menyisakan terbelahnya pembelahan kubu petahana dan non-petahana. Nama Prabowo yang masih menjadi pilihan kubu non-petahana.

"Problemnya kubu non-petahana capresnya prabowo tapi cawapresnya yang tidak dominan. Itu yang menyebabkan pertarungan masih alot," ujarnya

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan secara tegas menolak terjadinya calon tunggal dalam Pilpres 2019. Demokrat akan melakukan aksi-aksi politik untuk mencegah calon tunggal.

Salah satunya dengan terus menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi kandidat cawapres di Pilpres 2019 ke dua kubu baik Jokowi dan Prabowo.

Hinca menyatakan AHY sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden. "Menurut saya, kalau tepat ambil cawapres, maka bisa mengalahkan lawan. Kalau AHY dilirik boleh juga," ujar Hinca. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More