Velodrome Jakarta Dinilai Sudah Layak Gelar Olimpiade

Penulis: Rendy Renuki H Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 11:30 WIB Olahraga
Velodrome Jakarta Dinilai Sudah Layak Gelar Olimpiade

MI/Pius Erlangga
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

VENUE balap sepeda Asian Games 2018, Jakarta Internasional Velodrome dinilai sudah layak menggelar ajang sekelas Olimpiade. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Federasi Balap Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari saat menemani Sekjen Federasi Balap Sepeda Asia (ACC) Onkar Singh memantau venue, Kamis (19/7).

Wajah venue yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur itu kini memang berubah total. Lintasan balap sepeda yang menelan biaya renovasi sekitar Rp600 miliar itu telah mengantongi sertifikat grade 1 dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI).

Sehingga bukan hanya Asian Games, Jakarta Internasional Velodrome pun sudah layak menggelar ajang tertinggi sekelas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia pada masa mendatang.

"Dengan adanya fasilitas ini, Indonesia bisa menggelar banyak event. Mulai dari Olimpiade hingga kejuaraan dunia," kata Okto saat jumpa pers.

"Velodrome ini sudah mendapat sertifikasi UCI grade 1. Itu berarti, jangankan Asian Games, untuk Olimpiade sekalipun Velodrome bisa dipakai," sambungnya.

Selain Velodrome, Okto juga sebelumnya menemani utusan ACC meninjau venue BMX yang berlokasi Pulomas. Onkar juga menanggapi positif venue BMX yang disebutnya menjadi salah satu yang paling bagus selama kunjungannya ke berbagai negara. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More