Kerja Sama Maritim bukan Pilihan Melainkan Keharusan

Penulis: Anton Kustedja Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 11:00 WIB Internasional
Kerja Sama Maritim bukan Pilihan Melainkan Keharusan

Dok Kemenlu

"BAGI ASEAN dan India, kerja sama maritim bukan lagi menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan." Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir dalam Ministerial Session Delhi Dialogue X.

“Sejak berabad-abad lalu, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadi keunggulan geografis yang telah menghubungkan, menyatukan, sekaligus menguntungan India dan negara-negara ASEAN”, imbuhnya.

Untuk itu, menurut Wamenlu RI, India dan ASEAN perlu terus meningkatkan kerja sama maritim, utamanya dalam bidang Keamanan dan Ekonomi Maritim serta Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan termasuk mengatasi sampah plastik di laut.

Fachir juga menggarisbawahi berbagai potensi dan keunggulan ASEAN dan India, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi diatas rata-rata dunia.

Menurut Wamenlu, seyogyanya India dan ASEAN mampu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kedua samudera yang kini semakin dikenal sebagai kawasan Indo-Pasifik.

Untuk tujuan itu, Indonesia berkeyakinan pengembangan infrastruktur dan transportasi maritim sangat vital dalam mendorong peningkatan investasi dan perdagangan. Untuk itulah, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia gencar membangun berbagai proyek infrastruktur maritim, termasuk 32 pelabuhan laut hingga 2019.

Pada kesempatan ini, Wamenlu RI sekaligus juga mengundang India dan negara-negara ASEAN lainnya untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur maritim di Indonesia.

Secara khusus, Indonesia juga menyampaikan undangan untuk menyukseskan Our Ocean Conference 2018 yang akan dilaksanakan di Bali, 29-30 Oktober 2018 sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk mengambil langkah nyata guna menjaga kelestarian laut.

Delhi Dialogue X diselenggarakan di New Delhi, India, pada 19-20 Juli 2018 dan dihadiri Menteri, Wakil Menteri, pebisnis terkemuka, akademisi serta think-tank, dari ASEAN dan India. Tema utama Delhi Dialogue X adalah Strengthening ASEAN-India Maritime Cooperation.

Berbagai isu terkait kerja sama maritim ASEAN-India telah dibahas dalam 6 (enam) sesi diskusi panel dan 4 diskusi pararel. Isu-isu tersebut meliputi konektivitas; hubungan sosial-budaya; dinamika geopolitik global; kerja sama perdagangan, investasi, dan teknologi; UMKM; e-commerce; kerja sama pariwisata; dan smart cities.

Delhi Dialogue merupakan pertemuan tahunan track 1,5 dalam kerangka kerja sama kemitraan ASEAN-India yang melibatkan partisipasi pemerintah, akademisi dan pelaku bisnis. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More