Industri 4.0 Butuh Kesiapan Tenaga Kerja

Penulis: (Pra/E-3) Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 05:15 WIB Ekonomi
Industri 4.0 Butuh Kesiapan Tenaga Kerja

Antara

PEMERINTAH Indonesia dipandang tidak tertinggal dengan negara maju lain dalam memulai industri 4.0. Namun, persoalan sama dialami Indonesia dan banyak negara di dunia termasuk AS dan negara-negara Eropa ialah kekurangan tenaga kerja yang benar-benar siap dalam industri 4.0.

"Masih kekurangan tenaga kerja karena kebutuhan lebih besar dari persediaan. Ini wajar karena transformasi terjadi cepat," ujar Presiden Honeywell Indonesia Roy Kosasih dalam Honeywell Technology Summit, di Jakarta, Kamis (19/7).

Itu sebabnya, pemerintah perlu mendorong penciptaan tenaga kerja yang memiliki kualitas mumpuni untuk menopang perubahan industri. "Jika itu dilakukan dengan baik, Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara maju," ungkap Roy.

Roy menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan pelatihan dengan mengirimkan 10 tenaga ahli.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More