Kapolda Jateng, Pelari Pertama Pembawa Obor Asian Game 2018

Penulis: Ferdinand Pada: Kamis, 19 Jul 2018, 15:02 WIB Nusantara
Kapolda Jateng, Pelari Pertama Pembawa Obor Asian Game 2018

MI/Ferdinand

API Asian Games 2018 sudah tiba di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (19/7). Kedatangan api abadi itu langsung disambut para pejabat dan masyarakat yang telah menunggu di Tugu Makutho sejak pagi.

Begitu tiba, api dari India yang telah 'dikawinkan' dengan api dari Mrapen di Prambanan, diserahkan kepada Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Rudy menggunakan api yang ditempatkan dalam lentera khusus berwarna emas itu untuk menyulut obor yang dipegang Ketua DPRD Surakarta, Teguh Prakosa.

Saat menyala, obor segera diserahkan kepada Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, yang dipercaya menjadi pelari pertama untuk membawa obor tersebut menuju titik relay kedua.

Di titik relay kedua, obor akan diserahkan kepada Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, kemudian menuju tangan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

Perjalanan obor Asian Games di Kota Surakarta akan melalui 19 titik relay, dan berakhir di Balai Kota Surakarta. Di sepanjang jalan menuju titik-titik estafet, sudah dipadati warga. Selain menonton, mereka juga mengabadikan momentum itu dengan kamera, dan gawai.

"Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Surakarta, disinggahi api Asian Games. Indonesia terakhir menjadi tuan rumah pada 1962, pada Asian Games ke-4. Harus menunggu 56 tahun untuk mendapatkan kembali kepercayaan itu. Jadi, ayo dukung dan sukseskan Asian Games 2018 ini," pesan Rudy.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More