Steffy Burase Akui Terima Aliran Dana Suap Gubernur Aceh

Penulis: Juven Martua Sitompul Pada: Kamis, 19 Jul 2018, 06:47 WIB Nusantara
Steffy Burase Akui Terima Aliran Dana Suap Gubernur Aceh

MI/ROMMY PUJIANTO

TENAGA Ahli Aceh Marathon, Steffy Burase, mengakui menerima aliran dana suap dari Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Diduga, uang itu berasal dari bancakan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

"Aliran dana itu memang ada. Tapi, Ibu Steffy tidak pernah tahu (asal) dana itu," kata kuasa hukum Steffy, Fahri Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7).

Menurut Fahri, sepanjang pemeriksaan, kliennya dicecar dengan enam pertanyaan. Semua pertanyaan seputar hubungan Steffy dengan Irwandi serta aliran suap DOKA.

"Diperiksa sekitar 12 halaman ya, kurang lebih sekitar 60 pertanyaan barang kali yang ditanyakan seputar aliran dana dan ya itu saja," ungkap Fahri.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian suap DOKA bakal digunakan untuk membiayai kegiatan marathon, yang diselenggarakan Pemprov Aceh. Steffi menyebut total uang yang bakal dialirkan ke acara marathon itu mencapai Rp13 miliar.

"Medali sendiri mencapai Rp500 juta. Untuk bajunya ada Rp300 sampai Rp400 juta. Pokoknya, untuk total event mencapai Rp13 miliar," kata Steffi.

Steffi menjawab diplomatis saat disinggung hubungannya dengan Irwandi.

"Kalau kira-kira hubungan profesional ada nikah siri enggak," singkat Steffi.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Empat tersangka itu yakni, Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, serta dua pihak swasta Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri.

Dalam kasus ini, Gubernur Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Namun, Bupati Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 Juta kepada Gubernur Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Sebagai pihak penerima suap, Irwandi Yusuf, Hendri Yusuf, dan Syaiful Bahri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Ahmadi sebagai pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More