Harga Rokok Mahal Solusi Efektif

Penulis: (Ind/H-1) Pada: Kamis, 19 Jul 2018, 03:45 WIB Humaniora
Harga Rokok Mahal Solusi Efektif

ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyambut positif bila hasil penelitian tentang harga rokok diimplementasikan. Tingginya harga rokok yang mencapai Rp70 ribu per bungkus dapat menurunkan prevalensi perokok di Indonesia.

"Kemenkes berkomitmen melindungi generasi muda dan ibu hamil. Memang dengan cara membuat harga rokok mahal, rokok menjadi susah dibeli oleh anak-anak maupun masyarakat," kata Direktur Pencegahan Penyakit tidak Menular (PTM) Kemenkes Cut Putri Arianie, kemarin.

Ia mengungkapkan, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Konsumsi dan Pengeluaran Badan Pusat Statistik 2015 mencatat bahwa rata-rata 15,51% pengeluaran bulanan penduduk termiskin digunakan untuk membeli padi-padian. Kemudian, diikuti untuk membeli produk tembakau dan sirih 12,56%, sedangkan untuk untuk konsumsi bahan makanan pemenuhan gizi seperti telur, susu, dan protein lainnya hanya 1,98%.

"Sangat memprihatinkan. Tren pengeluaran rumah tangga termiskin di Indonesia lebih mengutamakan produk hasil tembakau (rokok) jika dibandingkan dengan protein, susu, dan lainnya," ujar Cut.

Ia juga memaparkan, penduduk yang memiliki kebiasaan merokok di Indonesia berjumlah sekitar 90 juta orang. Mereka mayoritas laki-laki dengan rata-rata rokok yang diisap sebanyak 12,3 batang per hari. Apabila rata-rata harga rokok per batang Rp1.000, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk membeli rokok mencapai Rp1,1 triliun per hari.

Berdasarkan hasil studi Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) sebelumnya terungkap, harga rokok yang tinggi dapat menjadi cara paling ampuh untuk memaksa masyarakat berhenti merokok. Hasil penelitian, harga rokok yang dianjurkan dapat menghentikan kebiasaan merokok ialah Rp70 ribu per bungkus.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More