Tata Motors Kampanyekan Eksotisme Pasar Tradisional

Penulis: Nurtjahyadi Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 19:44 WIB Otomotif
Tata Motors Kampanyekan Eksotisme Pasar Tradisional

Dok Tata Motor Indonesia

SEJAK berabad-abad silam, pasar tradisional telah menjadi bagian dari kearifan lokal bangasa Indonesia. Seiring pesatnya pembangunan dan kemajuan teknologi, keberadaan pasar tradisional kian tersingkir oleh pasar modern. Bahkan kini pasar tidak lagi memerlukan ruang, tempat dan waktu dengan hadirnya toko-toko online.

Melihat hal ini PT Tata Motors berinisiatif untuk 'menghidupkan' kembali budaya berbelanja di pasar tradisional yang telah lama menjadi budaya masyarakat Indonesia dengan menggelar sebuah kegiatan bertajuk Jelajah Pasar Nusantara 2018 Seri Sumatra.

Seperti di negara asalnya India, Tata Motors melihat pasar tradisional bukan hanya sekadar sebuah pusat ekonomi rakyat. Di sana ada nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Di pasar tradisional tidak ada kesenjangan ekonomi antara pelaku ekonomi, semua berbaur dan setara. Tidak ada pula sistem monopoli dalam pasar. Kegiatan ekonomi berlandaskan atas kejujuran.

Kegiatan ekonomi di pasar tradisional berjalan secara kekeluargaan dan keakraban. Ada diskusi dan interaksi langsung antara pedangang dan konsumen. Nilai barang bukan harga mati. Semua bisa ditawar hingga mencapai kesepakatan.

Hampir setiap pedagang pasar tradisional memiliki pelanggan tetap. Pihak pedagang juga tidak segan mengarahkan konsumen setianya ke pedagang lain saat ia tidak memiliki apa yang dicari konsumen. Persaingan nyaris tidak terasa.

Nilai-nilai positif inilah yang ingin kembali diangkat di masyarakat Indonesia khususnya kepada para generasi muda untuk lebih mengenal pasar tradisional lewat kegiatan Jelajah Pasar Nusantara 2018 yang di mulai pada 20 Juli mendatang dan menghabis waktu sekitar 20 hari.

Kegiatan yang di fokuskan di Sumatra ini dimulai dari pasar Peunayong Banda Aceh menuju Lhoksukon di Aceh Utara, kemudian bergerak ke Binjai, lanjut ke Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, lalu menyeberang hingga Jakarta.

Ada total 7 propinsi yang akan dilewati tim Tata Motors yang menggunakan dua kendaraan niaga, yaitu Tata Super Ace HT dan Xenon HD untuk menelurusi pasar tradisional Sumatra dengan segala keunikannya. Dengan total jarak tempuh sekitar 2.400 km kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang uji kemampuan dua kendaraan niaga andalan Tata Motors itu.

"Jarak 2.400 km kami tempuh karena tim kami tidak hanya melewati jalur utama dengan kondisi infrastruktur yang telah bagus, tetapi juga akan 'bergeser' ke kiri dan kanan menempuh rute-rute off-road ringan dengan beragam kondisi jalan," ungkap Ketua Tim Jelajah Pasar Nusantara 2018, Endi Supriatna.

Di setiap tempat persinggahan, tim akan mengeksplorasi keunikan dan eksotisme setiap pasar yang disinggahi sekaligus bertransaksi dan berniaga. Pasalnya masing-masing wilayah memiliki pasar dengan keunikan yang sangat khas dan memiliki potensi daya tarik wisata. "Contohnya, Pasar Peunayong itu adalah pasar ikan yang memiliki ciri khas tersendiri," ujar Endi di Jakarta, Jumat (13/7).

Presiden Direktur PT Tata Motors Distribution Indonesia (TMDI) Biswadev Sengupta, kegiatan ini sejalan dengan semangat 'Connecting Aspiration' yang dimiliki Tata Motors yang ingin lebih dekat dengan masyarakat Sumatra, sekaligus memperkuat kehadiran Tata Super Ace HT dan Xenon HD yang sesuai untuk kegiatan perniagaan.

"Kami berkeinginan kegiatan Jelajah Pasar Nusantara menjadi program khas berkelanjutan Tata Motors di Indonesia. Setelah ini, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi akan kami masukkan dalam rencana kegiatan selanjutnya di tahun depan," tutup Biswadev.

Selain melaporkan kegiatan perjalanan mereka melalui media-media sosial, rencananya tim Jelajah Pasar Nusantara 2018 akan memaparkan seluruh kegiatan mereka di ajang Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, awal Agustus mendatang. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More