Dikritik Soal Perombakan Pejabat, Anies: Bandingkan Dengan Sebelumnya

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 19:30 WIB Megapolitan
Dikritik Soal Perombakan Pejabat, Anies: Bandingkan Dengan Sebelumnya

MI

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak ambil pusing dengan kritik yang disampaikan soal dugaan pelanggaran prosedur dari perombakan pejabat di DKI.

Ia pun meminta kepada semua pihak untuk melihat bagaimana track record perombakan jabatan di DKI Jakarta selama lima tahun terakhir ini dan tidak ingin berandai-andai bila perombakan yang telah ia lakukan dibatalkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Enggak usah jika-jika, anda lihat lima tahun terakhir coba, lihat track recordnya bagaimana, bandingkan," kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

Menurut dia, apa yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur dan sangat wajar terjadi di suatu organisasi. Hal ini pun justru akan menjadi pertimbangan lain bagi dirinya untuk menilai jajarannya di Pemprov DKI.

"Cuma kan memang seru ya ada drama, jadi cerita. Tapi ini buat saya malah jadi bantuan bagi kami dalam melakukan assesment atas karakter-karakter staf kita, mana yang tabah, mana yang tenang, mana yang siap selalu bekerja," ucapnya.

Sejak Juni 2018 lalu, Gubernur DKI telah mencopot sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sebagian jabatan itu kini diisi pelaksana tugas dan tengah dilelang. Adapun mereka yang dicopot, kini distafkan, dimutasi, atau pensiun. Di antaranya ialah Mantan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi yang kini distafkan di Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM), lalu Mantan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana yang kini dipensiunkan di usia 59 tahun.

KASN menduga ada aturan yang ditabrak dalam perombakan ini. Gubernur DKI, Sekretaris Daerah, dan Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah telah dipanggil KASN untuk diperiksa. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More