Orang Utan Otan Siap di Translokasi

Penulis: Putri rosmalia Octaviyani Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 18:29 WIB Humaniora
Orang Utan Otan Siap di Translokasi

MI/Putri Rosmalia Octaviyani

ORANG UTAN Sumatra bernama Otan yang disita Polda Metro Jaya dari pemelihara ilegal pada April 2017 siap ditranslokasi ke Yayasan Ekosistem Lestasi Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP). Otan akan diberangkatkan esok.

Otan diperoleh dari penyidik subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. Diserahkan pertama kali ke Pusat Perlindungan Satwa Tegal Alur agar dapat dilakukan pelepasliaran, rehabilitasi, atau penitipan sesuai dengan aturan yang berlaku di bidang kehutanan dan satwa liar. Otan berada di PPS Tegal Alur selama tiga bulan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, serta diberikan vaksin rabies, tuberculosis, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil uji laboratorium DNA Forensik Lembaga Eijkman Jakarta, diketahui Otan memiliki kemiripan sebesar 93% dengan urutan Nukleotida Pongo abelii atau orang utan Sumatra.

"Otan akan diberangkatkan besok jam 09.00 pagi menggunakan pesawat Sriwijaya. Dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Kualanamu," ujar Ahmad Munawir, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, (18/07).

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Exsploitasia, mengatakan translokasi dilakukan agar Otan siap kembali dilepasliarkan ke habitatnya. Hal itu dilakukan sesuai dengan komitmen perlindungan satwa liar dan dilindungi.

"Jadi kami imbau kepada masyarakat yang memiliki satwa liar atau dilindungi agar dapat segera melapor dan menyerahkan pada pemerintah agar mereka dapat kembali ke habitatnya," ujar Indra.

Dijelaskan Indra, orang utan Sumatra merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Berdasarkan The International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species, ketiga spesies orang utan Sumatra berstatus Critically Endangered dengan tren populasi yang terus menurun.

Populasi orang utan Sumatra saat ini diperkirakan hanya ada kurang dari 14.630 individu. Semuanya tersebar pada 10 meta-populasi. Diperkirakan orang utan Sumatra, dan Kalimantan hanya akan mampu bertahan sebanyak 38% dalam kurun waktu 100 hingga 500 tahun ke depan.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More