Bagir Manan Desak MA Tingkatkan Kepercayaan Publik

Penulis: Irvan Sihombing Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 17:56 WIB Politik dan Hukum
Bagir Manan Desak MA Tingkatkan Kepercayaan Publik

MI/Bagir Manan

MANTAN Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan tidak menampik bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pengadilan masih rendah. Hal itulah yang membuat masyarakat sangat berharap agar pers mampu mengawal jalannya persidangan kasus-kasus yang sensitif.

"Saya sepakat bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pengadilan masih rendah. Oleh karena itu, perlu ada self correction," kata Bagir di acara Lokakarya Media: Pembaruan Sektor Peradilan dan Peran Pers dalam Mendukung Peradilan yang Transparan dan Akuntabel di Megamendung, Jawa Barat, Rabu (18/7).

Bagir yang juga mantan Ketua Dewan Pers itu menambahkan, upaya koreksi diri mendesak dilakukan mengingat pengadilan merupakan lembaga yang harus ada dan dibutuhkan publik. "Kita tidak mungkin terus menanamkan rasa tidak percaya kepada pengadilan. Apalagi pengadilan ini merupakan lembaga yang memang harus ada," cetus dia.

Menurut Bagir, kesalahan yang dilakukan aparat peradilan dalam hal ini hakim tidak melulu lantaran faktor kesengajaan. Bisa saja itu muncul akibat kelalaian dan kurangnya kemampuan hakim dalam menguasai persoalan. Apapun faktor penyebabnya, lanjut Bagir, MA harus berupaya terus menerus meningkatkan kepercayaan publik.

"Apa yang harus dilakukan oleh pengadilan? Traning-training terhadap hakim sebaiknya terus digencarkan. Bisa pula menggandeng lembaga-lembaga yang berkompeten seperti dari Uni Eropa. Selain itu forum lokakarya seperti ini bisa terus digencarkan," urai Bagir.

Ia menambahkan, forum yang melibatkan pers perlu digalakkan karena bisa menjembatani hakim dan publik. "Forum seperti ini bagus karena hakim terkadang punya persepsi sendiri kenapa suatu perkara putusannya bisa seperti itu. Usulan saya lainnya adalah forum seperti ini melibatkan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Hukum," cetus dia.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengawas MA Nugroho Setiadji mengakui lembaga tempat dia bekerja masih memiliki kekurangan. Pihaknya bertekad membersihkan MA dan lembaga peradilan di bawahnya supaya mampu memenuhi harapan publik.

"Kami sebenarnya sudah sangat sering memberikan arahan bahkan sampai setengah mengancam akan menangkap sendiri petugas pengadilan yang terlibat tindak pidana suap. Namun, memang mind set mereka harus diubah. Selain itu, sudah ada pembentukan Tim Cyberwas, Uji Integritas Pelayanan Publik Pengadilan, Siwas, dan masih banyak lagi," beber Nugroho.

Media massa juga diharapkan bisa memberi informasi supaya Bawas MA bisa membersihkan praktik-praktik nakal petugas pengadilan. "Jika peradilan bersih dan pelayanannya prima, putusannya diharapkan bisa berkeadilan," pungkas dia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More