Penanganan Infertilitas Harus Libatkan Suami Istri

Penulis: (Nik/H-1) Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 01:30 WIB Kesehatan
Penanganan Infertilitas Harus Libatkan Suami Istri

THINKSTOCK

SEBAGIAN masyarakat masih beranggapan bahwa masalah ketidaksuburan pasangan disebabkan istri yang tidak bisa hamil. Akibatnya, penanganan lebih banyak difokuskan ke pihak istri. Padahal, masalah infertilitas bisa bersumber dari kedua belah pihak, suami maupun istri.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Mira Myrnawati menuturkan, secara medis infertilitas merupakan suatu keadaan tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun.
"Sekitar 10%-15% dari pasangan suami istri mengalami infertilitas.

Penyebab infertilitas ini tidak hanya berasal dari faktor istri, tapi juga bisa berasal dari faktor suami," ujar dokter dari Brawijaya Hospital Sawangan, Depok, Jawa Barat itu.

Penyebab dari sisi istri antara lain penyumbatan saluran telur, gangguan ovulasi (hormon), endometriosis, ataupun kelainan reproduksi lain seperti myoma dan polip rahim. Adapun yang dari sisi suami umumnya berupa kuantitas dan atau kualitas sperma yang kurang baik yang bisa disebabkan kelainan bawaan, infeksi, varikokel, maupun gangguan hormon.

Menurut Mira, kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat juga bisa berperan dalam terjadinya infertilitas. Rokok, alkohol, dan obat terlarang bisa mengganggu kesuburan pria maupun wanita. Begitu pula makanan berlemak jenuh seperti junk food, daging merah, santan, gorengan, dan makanan yang mengandung karbohidrat simpleks (cepat diubah menjadi gula oleh tubuh) seperti nasi putih, roti putih, kentang, dan pasta sebaiknya dikurangi. Olahraga juga harus rutin dilakukan.

Kapan sebaiknya mulai memeriksakan diri? Kesuburan sangat dipengaruhi usia terutama usia wanita. Saat berusia 20-30 tahun, kesuburan wanita mencapai puncaknya yakni berkisar 70%-80% dan akan menurun menjadi hanya 30% pada usia 30-40 tahun.
"Wanita menikah memiliki peluang 80% hamil dalam setahun, khususnya jika dia menikah di usia produktif di bawah 30 tahun. Jika tidak hamil dalam kurun waktu tersebut, dia wajib memeriksakan diri ke dokter kandungan. Untuk wanita di atas 30 tahun, rentang waktunya ialah 6 bulan. Jika tidak hamil di masa 6 bulan setelah menikah, dia pun harus konsultasi ke dokter kandungan," terang Mira.

Pemeriksaan infertilitas, lanjutnya, harus dilakukan suami istri mengingat infertilitas bisa terjadi karena faktor pria, wanita, atau keduanya. "Pada wanita akan dilakukan pemeriksaan infertilitas dasar seperti USG transvagina untuk melihat adakah kelainan pada alat reproduksi, lalu pemeriksaan hormon jika diperlukan, dan juga pemeriksaan HSG (histerosalpingografi) untuk mengevaluasi adakah penyumbatan pada saluran telur. Sementara untuk pria, akan dilakukan analisis sperma untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma," jelas Mira.

Reproduksi berbantu
Bagaimana solusi jika pasangan mengalami infertilitas? Mira memaparkan, dengan teknologi kedokteran kandungan yang canggih, saat ini telah dapat dikembangan teknologi reproduksi berbantu berupa inseminasi dan program bayi tabung (in vitro fertilisation atau IVF).

"Untuk program inseminasi, sperma yang telah diproses dimasukkan ke rahim sehingga mendekatkan antara sperma dan sel telur untuk memfasilitasi terjadinya pembuahan. Jadi, pembuahan pada inseminasi ini tetap terjadi di dalam tubuh wanita," tutur Mira yang sudah banyak membantu pasangan infertil melalui program inseminasi dan bayi tabung.

Berbeda dengan inseminasi, lanjutnya, pada bayi tabung pembuahan terjadi di luar tubuh wanita. Sperma dan sel telur diambil melalui prosedur medis, kemudian dilakukan pembuahan di laboratorium. Pada hari ketiga atau kelima pascapembuahan, embrio (hasil pembuahan) dimasukkan atau ditanam ke rahim wanita.

"Yang tak kalah penting dalam menjalani program kehamilan ialah harus sabar dan tidak mudah patah semangat mengingat terapi kadang harus dilakukan bertahap dan membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil. Suami dan istri juga harus saling memberikan dukungan," pungkas Mira. (Nik/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More