Yusuf : Pindah ke PDIP Itu Tidak Mendadak

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 14:16 WIB Politik dan Hukum
Yusuf : Pindah ke PDIP Itu Tidak Mendadak

MI/RAMDANI

MANTAN Wakil Ketua Dewan Syariah PKS yang juga merupakan pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi, menyatakan kepindahannya ke PDIP tidak mendadak. Ia mengakui proses menjadi anggota partai berlogo banteng putih itu cukup ketat.

Terkait alasan kepindahan ke PDIP, kata Yusuf, tidak berkaitan dengan apa yang terjadi di PKS saat ini.

"Saya memang dulu ada masalah dengan PKS, kemudian tahun 2014 ikut Hanura, dan sekarang setelah saya cermati dan amati, PDIP, saya mengambil keputusan ini yang mana merupakan ijtihad politik saya ke PDIP," ujar Yusuf saat dihubungi Selasa (17/7).

Yusuf selama ini mengamati dan mempelajari hasil riset, dan menemukan 70% pemilih PDIP merupakan kaum santri dan muslimin yang taat beragama. Hal itu lah yang semakin menguatkan keputusannya untuk bergabung dengan PDIP.

Ia pun tak meyakini banyaknya anggapan terkait PDIP sebagai partai anti islam, serta simpatisan PKI. Tuduhan seperti itu tidak dapat dibenarkan jika tidak didukung dengan alat bukti yang kuat serta akurat. Persepsi keliru itu akan coba diubahnya.

Riset di daerah pemilihan (dapil) pun sudah dilakukan, yaitu di Dapil V Jabar. Pertemuan dengan sekjen PDIP pun sudah dilakukan, sehingga pada 9 Juli lalu ia mendapat kartu tanda anggota, sekaligus menyerahkan secara lengkap berkas untuk menjadi caleg.(OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More